Alasan Honda Perluas Jaringan Dealer hingga Pelosok Indonesia

Dengan jaringan yang lebih luas, jarak antara konsumen di daerah dengan fasilitas penjualan maupun purnajual Honda diharapkan semakin pendek.

Diterbitkan 23 September 2026, 19:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah persaingan pasar otomotif nasional yang semakin ketat, termasuk semakin gencarnya kehadiran merek asal Tiongkok, Honda memilih mengatur ulang strategi bisnisnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas jaringan dealer dan layanan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan bukan semata untuk menambah jumlah titik penjualan, melainkan mendekatkan layanan Honda kepada konsumen. Dengan jaringan yang lebih luas, jarak antara konsumen di daerah dengan fasilitas penjualan maupun purnajual Honda diharapkan semakin pendek.

"Ekspansi bukan sekadar menambah titik dealer, tapi yang kami ingin kurangi adalah jarak antara konsumen dengan layanan Honda," jelas Ferdianto Budiono, Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor (HPM), saat ditemui di Cikarang beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun ini, Honda telah meresmikan 12 dealer baru yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Dealer tersebut hadir di Batulicin, Pelaihari, Buntok, Kapuas, Lamandau, Gowa, Malili, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Singaraja, dan Merauke.

Kehadiran dealer-dealer baru tersebut menjadi bagian dari upaya Honda memperluas jangkauan layanan, terutama bagi konsumen yang berada di luar kota-kota besar.

Tak berhenti di 12 dealer, Honda juga menyiapkan enam jaringan baru yang rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat. Lokasinya mencakup Prabumulih, Sumedang, Muara Teweh, Poso, Luwuk, dan Morowali.

Ekspansi ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan jaringan menjadi salah satu perhatian Honda di tengah perubahan peta persaingan industri otomotif Indonesia.

Strategi Jangka Panjang

Menurut Ferdianto, ekspansi jaringan dealer merupakan bagian dari strategi jangka panjang Honda. Perusahaan tidak hanya berfokus pada momentum penjualan dalam jangka pendek, tetapi juga ingin membangun pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.

"Angka penjualan atau momentum jangka pendek itu bukan sesuatu yang kami utamakan, tetapi ini (ekspansi dealer) sebagai bagian dari perubahan industri yang lebih besar lagi," ujarnya.

Ia menambahkan, Honda memahami bahwa kondisi industri otomotif saat ini membutuhkan pendekatan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

"Kami paham dalam situasi seperti ini Honda memilih untuk membangun pertumbuhan bisnis yang lebih sehat, lebih berkelanjutan, jadi bukan sekadar mengejar semua peluang secara cepat," kata Ferdianto.

Perluasan jaringan dealer juga menjadi bagian dari upaya Honda untuk mempertahankan relevansinya di pasar otomotif Indonesia.

Menurut Ferdianto, setiap strategi tentu memiliki konsekuensi. Namun, Honda memilih untuk tetap mempertahankan karakter produknya sembari memperkuat jaringan dan layanan agar semakin sesuai dengan kebutuhan konsumen.

"Tentunya, semua pilihan pasti ada konsekuensinya, tapi bagi kami adalah mempertahankan relevansi produk, memperkuat karakter Honda, dan juga memastikan jaringan dan layanan kami semakin dekat dengan kebutuhan konsumen," pungkasnya.