KB Bank Siapkan Lima Pilar Strategi Perkuat Bisnis dan Tekan NPL

Pengembangan bisnis KB Bank akan difokuskan pada segmen wholesale banking, mencakup corporate banking untuk perusahaan besar, menengah, hingga UMKM.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank KB Bukopin Tbk atau KB Bank (BBKP) menyiapkan strategi berbasis lima pilar untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan ke depan. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyampaikan pilar pertama adalah business stabilization for growth yang berfokus pada penguatan bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Pilar pertama, itu adalah business stabilization for growth. Jadi, artinya apa? Kita harus menstabilisasi dan juga increase, menaikan bisnis bank ini, dan juga untuk menjadi growth yang sustainable ke depan,” ujar Kunardy dalam konferensi pers usai RUPSLB KB Bank, Senin (6/10/2025).

Kunardy menjelaskan, pengembangan bisnis akan difokuskan pada segmen wholesale banking, mencakup corporate banking untuk perusahaan besar, menengah, hingga UMKM. Ia juga menekankan pentingnya menekan rasio kredit bermasalah atau NPL agar ke depan kualitas pinjaman lebih baik.

Pilar kedua yang disiapkan adalah credit, governance, and cost and control, yang menurut Kunardy bertujuan memperkuat tata kelola, manajemen risiko kredit, serta efisiensi biaya.

Credit risk harus kita perhatikan sama sekali. Cost and control juga, cost biaya. Biaya yang tidak penting, kita harus tekan. Kita terus melihat, mengkaji bagaimana kita membuat bank ini lebih agile, lebih efisien,” katanya.

 

Peningkatan Branding

Selain itu, pilar ketiga adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai aset utama bank. Pilar keempat berfokus pada penguatan hubungan dengan regulator dan investor, sedangkan pilar kelima menitikberatkan pada peningkatan branding KB Bank di Indonesia, yang didukung oleh KB Kookmin Bank dan KB Financial Group sebagai salah satu institusi keuangan terbesar di Korea Selatan.

Dengan strategi tersebut, KB Bank optimistis dapat memperkuat kinerja bisnis baik di sektor retail maupun wholesale, serta membangun sinergi yang lebih luas dengan investor, regulator, dan nasabah.