Sukses

Bursa Saham Asia Menguat, Investor Cermati Kekhawatiran Inflasi hingga Resesi

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan lebih tinggi pada Senin (27/6/2022). Investor menilai kekhawatiran inflasi dan resesi.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hampir 1 persen pada awal perdagangan, sedangkan Topix naik 0,94 persen. Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,41 persen.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,91 persen, dan Kosdaq 1,28 persen lebih tinggi. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik naik 0,28 persen.

Rusia gagal membayar utang negara dalam mata uang asing untuk pertama kalinya dalam lebih dari 100 tahun, Bloomberg melaporkan. Cadangan devisa bank sentral negara itu tetap dibekukan.

Dalam berita perusahaan, Trip.com akan melaporkan hasil keuangan kuartal pertama pada Senin di Amerika Serikat setelah pasar tutup.

Akhir pekan ini, China dan Jepang akan melaporkan data Purchasing Managers' Index, sementara Hong Kong akan memperingati 25 tahun serah terimanya. Presiden China Xi Jinping akan mengunjungi Hong Kong untuk acara tersebut, media pemerintah Xinhua melaporkan pada akhir pekan.

Pada Jumat di AS, saham reli sehingga menghentikan penurunan beruntun. Namun, futures turun sedikit pada Minggu malam setelah comeback minggu lalu.

Indeks USD berada di 103,980. Yen Jepang diperdagangkan pada 135,09 per dolar, dan dolar Australia berada di 0,6951.

Minyak berjangka jatuh di Asia pada awal perdagangan pada hari Senin. Minyak mentah AS turun 1,25 persen menjadi USD 106,27 per barel, sementara patokan internasional minyak mentah Brent turun 1,1 persen menjadi USD 111,88 per barel.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Wall Street Melambung, Indeks Dow Jones Terbang 2,68 Persen

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Jumat, 25 Juni 2022. Indeks Dow Jones naik lebih dari 800 poin, setelah berada di posisi terendah pekan lalu dan membatasi kenaikan mingguan pertama sejak Mei 2022.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 823,32 poin atau 2,68 persen menjadi 31.500,68. Indeks S&P 500 naik 3,06 persen menjadi 3.911,74. Indeks Nasdaq bertambah 3,34 persen menjadi 11.607,62.

Rata-rata indeks utama mencatat kenaikan besar selama sepekan. Indeks S&P 500 naik hampir 6,5 persen pada pekan ini. Indeks Nasdaq bertambah 7,5 persen, dan indeks Dow Jones menguat 5,4 persen. Pergerakan indeks saham itu mengikuti penurunan mingguan terburuk untuk indeks S&P 500 sejak 2020.

Ketiga tiga indeks acuan utama rata-rata menghentikan penurunan beruntun selama tiga minggu. Hal ini karena pelaku pasar mempertimbangkan apakah pasar telah menemukan titik terendah. Namun, banyak pihak di wall street mempertahankan pandangan suram.

"Kami percaya bahwa pemantulan di pasar saham Amerika Serikat selama tiga hari perdagangan terakhir telah menjadi reli pasar bearish dari kondisi aksi jual yang dalam,” tulis Chris Senyek dari Wolfe Research dalam catatannya.

Senyek menambahkan, meski mungkin ada beberapa tindak lanjut jangka pendek tambahan, pihaknya percaya koreksi berikutnya akan didorong oleh meningkatnya risiko resesi dan revisi pendapatan ke bawah.

3 dari 4 halaman

Sentimen Beragam

Rata-rata indeks acuan melonjak setelah pembacaan sentimen konsumen yang diikuti oleh the Federal Reserve (the Fed) menunjukkan sedikit pelonggaran harapan inflasi.

Sentimen konsumen mencapai rekor terendah 50 pada Juni 2022, menurut pembacaan terakhir dari survei University of Michigan yang dirilis Jumat pagi ini. Investor ingin inflasi 12 bulan oleh konsumen turun kembali ke 5,3 persen. Pembacaan awal bulan ini yang sangat penting dalam mempengaruhi the Fed untuk menjadi lebih agresif dengan kenaikan suku bunga menunjukkan harapan inflasi 5,4 persen.

“Pada keseimbangan, sentimen beragam,” ujar Chief Equity Strategist US Bank Wealth Management, Terry Sandven dikutip dari laman CNBC, Sabtu (25/6/2022).

Ia menuturkan, konsumen keluar dan membayar untuk “pengalaman” yaitu perjalanan, rekreasi, barang-barang kecantikan, kebutuhan rumah tangga dan lainnya. “Inflasi yang meningkat terutama biaya makanan dan energi yang lebih tinggi, adalah salah satu hambatan secara luas yang diperkirakan menghambat pengeluaran dalam waktu dekan,” ujar dia.

4 dari 4 halaman

Gerak Saham

Adapun 11 sektor saham menguat. Saham pelayaran memimpin kenaikan di indeks S&P 500. Saham Carnival Corporation menguat 12,4 persen setelah volume pemesanan pada kuartal terakhir hampir dua kali lipat pada kuartal I 2022. Saham Royal Carribean Group melonjak sektiar 15,8 persen. Saham Norwegian Cruise Line Holdings naik hampir 15,4 persen.

Sektor keuangan memimpin penguatan dengan naik 3,8 persen. Saham beberapa bank terbesar di negara itu naik setelah the Federal Reserve merilis hasil “strees test” tahunannya.

Bank sentral mengatakan, perusahaan seperti Wells Fargo memiliki modal kuat untuk hadapi resesi yang parah. Harga saham Wells Fargo melonjak hampir 7,6 persen. Capital One naik 5,6 persen. Saham FedEx melonjak sekitar 7,2 persen meskipun laporan kuartal IV beragam setelah perusahaan logistik itu sampaikan perkiraan pendapatan yang optimistis.