Sukses

Pantau Menu Saham Pilihan saat IHSG Berpeluang Menguat

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi konsolidasi pada perdagangan Kamis, (13/1/2022). Sentimen global antara lain wall street yang menguat dan inflasi bayangi IHSG.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG masih menunjukkan pola konsolidasi wajar di tengah kondisi perlambatan ekonomi yang masih akan terus pengaruhi terhadap kinerja emiten ke depan.

Selain itu, fluktuaktif harga komoditas dan nilai tukar rupiah belum akan mempengaruhi pola gerak IHSG. Namun, IHSG untuk jangka panjang masih terlihat perbaikan perekonomian akan terjadi dalam tempo cepat atau lambat sehingga dapat kembali mendorong kenaikan IHSG dalam jangka panjang.

“Hari ini IHSG berpotensi konsolidasi. Kisaran IHSG 6.518-6.725,” tutur dia dalam catatannya.

Sementara itu, pengamat pasar modal Edwin Sebayang mengatakan, IHSG berpeluang menguat pada Kamis pekan ini. Hal ini didorong sejumlah sentimen global.

Edwin memaparkan, tren penguatan kembali indeks Dow Jones 0,11 persen jika dikombinasikan dengan kembali menguatnya EIDO 0,30 persen di tengah penguatan kembali harga komoditas. Sejumlah harga komoditas yang menguat antara lain harga minyak naik 1,42 persen, emas menguat 0,29 persen, batu bara 3,03 persen, nikel 1,04 persen, dan timah 1,33 persen.

Oleh karena itu, Edwin menilai IHSG berpotensi menguat dengan sentimen positif tersebut. IHSG akan bergerak di kisaran 6.590-6.685.

Sementara itu, laporan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia menyebutkan, pergerakan pasar saham hari ini berpotensi dipengaruhi data inflasi AS serta sentimen kasus harian COVID-19 yang menunjukkan tren naik.

"Secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan masih berkisar pada rentang 6.600-6.700,” tutur dia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Saham Pilihan

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati, Edwin memilih saham pilihan antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Selain itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Chandra Asri Tbk (TPIA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Sedangkan William memilih saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Selanjutnya saham yang dapat dicermati antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan TBIG.

 

 

  • Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas).
    inflasi
  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • Ekonomi adalah ilmu tentang asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan.
    ekonomi
  • IHSG