Proyek MRT Dongkrak Kinerja Wika, Ini Rekomendasi Sahamnya

PT Bahana Securities mengubah target harga saham PT Wijaya Karya Tbk menjadi Rp 2.700 per saham.

Diterbitkan 12 Mei 2014, 16:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan mass rapid transit (MRT) dan pertumbuhan kinerja anak usaha akan berdampak positf untuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Dalam riset PT Bahana Securities, WIKA turut berpartisipasi dalam proyek MRT itu dengan bekerja sama dengan perusahaan Jepang. Perusahaan patungan yang didirikan itu bernama Tokyu-Wika. Konsorsium ini mengerjakan empat paket dari enam paket yang ditawarkan pemerintah.

Dua proyek itu terdiri dari pengerjaan dua elevated railways dan dua underground railways. Proyek ini dibagi dua tahap yaitu Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia dan Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Banda. Nilai proyek ini sekitar US$ 450 juta, yang diperkirakan selesai pada 2018.

Dalam laporan Bahana Securities itu juga menyebutkan, perusahaan akan meningkatkan kontribusi pendapatan non ini. Hal ini sebagai langkah untuk mensiasati fluktuasi segmen konstruksi.

Pada kuartal I 2014, WIKA mencatatkan pendapatan non inti dari industri, energi, pembangkit listrik dan properti mencapai Rp 1,7 triliun atau sekitar 62% dari total pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan perseroan naik 6,24% menjadi Rp 2,79 triliun. Laba bersih naik 4,34% menjadi Rp 183,10 miliar sepanjang tiga bulan pertama 2014.

Pada kuartal I 2014, pendapatan berkelanjutan di luar properti hanya mengkontribusikan kurang dari 5% dari biaya operasional. Manajemen berencana meningkatkan proporsi menjadi 50%.

Sementara itu, WIKA melalui anak usahanya Wika Realty, WIKA berencana akuisisi lahan tidak produktif untuk ekspansi lahan sekitar 210 hektar (ha).

WIKA berencana akan menggelar penawaran saham perdana/initial public offering (IPO) Wika Realty pada 2015 dengan target dana IPO sekitar Rp 900 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan untuk akuisisi lahan. Lalu dari proyek Pertamina dan proyek gas Matindok, perseroan berencana menambah tambahan proyek minyak dan gas. Dengan strategi itu juga akan melanjutkan diversifikasi perusahaan.

Outlook WIKA

PT Bahana Securities masih menilai positif terhadap pertumbuhan WIKA untuk jangka panjang. Return on equity (ROE) perseroan juga mencapai 20%, oleh karena pihaknya optimistis terhadap WIKA.

Walau beberapa proyek baru tertunda karena pemilihan umum (Pemilu) 2014, PT Bahana Securities percaya pemimpin baru akan mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk perkembangan proyek infrastruktur sehingga menguntungkan WIKA.

Rekomendasi Saham

WIKA mendapatkan keuntungan dari pemerintah baru. Proyek perseroan akan mulai bertambah pada semester II 2014.

"Target baru harga saham WIKA Rp 2.700 dari Rp 2.250 dengan berdasarkan PER 2015 di kisaran 20x, jadi 20% lebih premium dari rata-rata PER. Dengan potensi kenaikan 15%, kami menaikkan rating menjadi rekomendasi beli. Adapun risikonya yaitu pendapatan lebih rendah dan harga bahan baku," tulir riset PT Bahana Securities.