Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Mencapai Perairan Tambling

Area penyisiran diperluas di hari keempat pencarian.

Diterbitkan 11 September 2026, 11:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak di Selat Sunda memasuki hari keempat, Jumat (11/9/2026). Tim SAR memperluas area pencarian ke arah barat laut hingga perairan Tambling, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil perhitungan SAR Map Prediction setelah selama tiga hari operasi, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

KN SAR Basudewa yang sebelumnya bermalam di Pulau Tabuan, Tanggamus, kini bergerak menuju perairan sekitar Tambling untuk melakukan penyisiran.

Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah mengatakan, strategi pencarian pada hari keempat terus disesuaikan berdasarkan evaluasi serta perhitungan tim SAR di lapangan.

"Pencarian hari keempat kami perluas berdasarkan hasil perhitungan SAR Map Prediction. Tim diarahkan ke sektor barat laut untuk menyisir kemungkinan area keberadaan kapal," ujar Deden.

Menurut dia, KN SAR Basudewa menjadi salah satu unsur utama dalam operasi pencarian di perairan Tambling. Kapal tersebut melanjutkan penyisiran dari sekitar Pulau Tabuan menuju sektor baru yang telah ditentukan.

"KN SAR Basudewa melanjutkan penyisiran dari sekitar Pulau Tabuan menuju area Tambling. Perluasan ini dilakukan agar cakupan pencarian semakin luas," bebernya.

 

Sektor Pencarian Capai 585 Mil Laut Persegi

Berdasarkan peta operasi SAR hari keempat, KN SAR Basudewa dan RIB Basarnas Lampung dibagi ke dalam sejumlah sektor pencarian.

Salah satu sektor, yakni Sektor C, memiliki luas mencapai 585 mil laut persegi atau NM². Tim melakukan penyisiran mengikuti jalur yang telah ditentukan untuk memastikan area pencarian dapat diperiksa secara sistematis.

Deden menegaskan, perubahan dan perluasan sektor pencarian merupakan bagian dari evaluasi operasi, bukan berarti area yang sebelumnya telah disisir diabaikan.

"Kami terus mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat. Perubahan sektor bukan berarti pencarian sebelumnya diabaikan, tetapi merupakan bagian dari evaluasi untuk menentukan kemungkinan area berikutnya," jelasnya.

Dalam operasi hari keempat, KN SAR Basudewa membawa 17 kru. Sejumlah unsur gabungan juga ikut berada dalam operasi tersebut.

Mereka terdiri dari tiga personel TNI AD, dua personel Polairud KP Hayabusa, empat personel Polairud Polda Lampung, satu personel Brimob, satu personel BPBD, satu personel AFP atau kantor berita Prancis, serta enam personel FRL.

Total terdapat 35 personel atau person on board (POB) yang terlibat dalam unsur operasi pencarian menggunakan KN SAR Basudewa.

 

Hasil Pencarian Hari Ketiga

Sebelumnya, pada hari ketiga operasi, Basarnas Lampung mengerahkan KN SAR Basudewa untuk memperkuat pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak.

Penyisiran dilakukan di sejumlah titik, mulai dari perairan Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi hingga Pulau Legundi. Dua RIB Basarnas Lampung juga dikerahkan untuk memperluas jangkauan pencarian.

Namun hingga operasi pencarian hari ketiga berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

"Kami masih berupaya menemukan keberadaan para korban. Seluruh unsur SAR terus bergerak dan area pencarian akan disesuaikan berdasarkan perkembangan di lapangan," kata Deden.

Diketahui, lima jurnalis dan tiga kru kapal sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

Kontak dengan rombongan kemudian terputus pada Senin (7/9/2026) sore.

Kini, memasuki hari keempat pencarian, tim SAR mengalihkan dan memperluas penyisiran ke arah barat laut hingga perairan Tambling.

Seluruh unsur gabungan masih berupaya menemukan jejak speedboat beserta delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.