Liputan6.com, Jakarta - Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi (ARD), resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10 persen di wilayah kerja Offshore South East Sumatra.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, menyampaikan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti yang cukup.
“Tim penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi terhadap saudara ARD. Setelah dilakukan gelar perkara, disimpulkan telah ditemukan dua alat bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Danang di Kejati Lampung, Selasa (28/4/2026).
Advertisement
Dia bilang, perkara itu berkaitan dengan pengelolaan dana PI 10 persen dengan nilai mencapai 17.286.000 dolar AS atau Rp270 miliar di wilayah Offshore South East Sumatra.
“Dari hasil expose, dugaan korupsi tersebut melibatkan saudara ARD, sehingga penyidik memutuskan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata dia.
Penetapan itu tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-04/L.8/FD.2/04/2026 tertanggal 28 April 2026. Selain menetapkan tersangka, penyidik juga langsung melakukan penahanan terhadap Arinal Djunaidi.
“Demi kepentingan penyidikan, terhadap tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas I Bandar Lampung. Masa penahanan terhitung mulai 28 April hingga 17 Mei 2026,” tandasnya.
Arinal Djunaidi Diperiksa Hari Ini
Arinal Djunaidi kembali memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Selasa (28/4/2026). Pemeriksaan itu menjadi kali ketiga Arinal dimintai keterangan dalam perkara dugaan korupsi di tubuh BUMD energi daerah.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com di lokasi, Arinal tiba di Gedung Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Lampung dengan mengenakan pakaian serba hitam. Ia tampak datang bersama tim penasihat hukumnya.
Tanpa banyak bicara, Arinal sempat singgah sejenak di ruang tunggu sebelum akhirnya bergegas masuk ke dalam gedung pemeriksaan.
Ia terlihat menghindari sorotan kamera dan pertanyaan awak media yang telah menunggu kedatangannya.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung, Ricky Ramadhan, membenarkan adanya agenda pemanggilan terhadap Arinal pada hari tersebut.
“Informasinya memang ada jadwal pemanggilan hari ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4).
Diketahui, pemeriksaan terhadap Arinal Djunaidi berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi di PT Lampung Energi Berjaya (LEB). Kasus ini menyangkut pengelolaan dana Participating Interest (PI) sebesar 10 persen dari wilayah kerja migas Offshore South East Sumatera (WK OSES).
Nilai dana PI yang diterima perusahaan tersebut mencapai sekitar US$17,2 juta atau setara Rp270 miliar. Dana itu kini tengah menjadi sorotan penyidik karena diduga terjadi penyalahgunaan dalam pengelolaannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568902/original/009387600_1777389515-1001206492.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306883/original/050610400_1784913812-jam3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311161/original/034318600_1785390782-WhatsApp_Image_2026-07-30_at_12.38.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311637/original/001049900_1785413662-936580.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311383/original/005764600_1785401514-1001511074.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310658/original/021893500_1785329808-IMG_20260729_193740_869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309806/original/053885400_1785286294-WhatsApp-Image-2025-02-21-at-09.57.27-scaled.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913255/original/082272300_1568693472-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.55.32_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307816/original/008690800_1785107481-193750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307489/original/033965100_1785040965-WhatsApp_Image_2026-07-26_at_11.35.51.jpeg)