Trader Senior Sebut XRP Koin Bodoh, Tetap Pilih Bitcoin untuk Portofolio Kripto

Trader Peter Brandt kembali mengkritik XRP dan menyebutnya “koin bodoh”, sementara Bitcoin tetap jadi pilihan utama portofolionya.

Diterbitkan 27 September 2026, 09:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Trader senior Peter Brandt kembali menyampaikan pandangan skeptisnya terhadap XRP. Menurutnya, perkembangan ekosistem Ripple dan kerja sama perusahaan dengan sejumlah bank belum mengubah pandangannya terhadap aset kripto tersebut.

Dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (27/9/2026), Brandt menilai Bitcoin dan XRP memiliki karakter yang berbeda. Ia melihat Bitcoin terutama sebagai aset penyimpan nilai (store of value), sedangkan XRP lebih berfokus pada transaksi dan penggunaan.

Menurut Brandt, Bitcoin saat ini memang masih menjadi instrumen spekulasi, tetapi memiliki karakter sebagai penyimpan nilai. Sementara ketika membandingkannya dengan aset kripto yang berorientasi pada penggunaan seperti XRP, Brandt menggunakan istilah cukup keras dengan menyebut XRP sebagai “koin bodoh”.

Dalam wawancara tersebut, Brandt juga ditanya mengenai perkembangan Ripple, termasuk kerja sama dengan bank di berbagai negara. Namun, berbagai perkembangan itu tidak mengubah sikap skeptisnya terhadap XRP.

Brandt terutama menyoroti jumlah pasokan XRP. Ia mempertanyakan total pasokan XRP serta kemungkinan jumlah tersebut bertambah pada masa mendatang.

Meski demikian, ia mengakui XRP dapat digunakan secara murah dan efektif untuk transaksi.

 

Nilai Ekonomi Nyata

Namun, Brandt menilai kemampuan XRP sebagai instrumen transaksi tidak otomatis membuat token tersebut memiliki nilai yang lebih tinggi.

Ia menggunakan dolar AS sebagai perbandingan. Menurutnya, dolar juga dapat digunakan secara efektif untuk transaksi, tetapi masyarakat tidak otomatis mengharapkan nilainya meningkat hanya karena fungsi tersebut.

“Sekadar karena sesuatu dapat digunakan dalam transaksi, bukan berarti secara otomatis nilainya harus menjadi lebih tinggi,” ujar Brandt.

Menurut Brandt, pertanyaan utama mengenai XRP adalah kapan penggunaan token tersebut dalam transaksi dapat diterjemahkan menjadi nilai ekonomi nyata bagi XRP.

Brandt juga menilai aset kripto sebaiknya dikelompokkan berdasarkan kegunaannya. Aset yang berfokus pada transaksi seperti XRP dan aset penyimpan nilai seperti Bitcoin, menurutnya, tidak semestinya dinilai menggunakan logika valuasi yang sama.

Ia juga menempatkan jaringan seperti Ethereum dalam kategori berbeda karena dapat menjadi tempat untuk membangun berbagai aplikasi.

Untuk Ethereum dan Solana, Brandt memberikan pandangan yang lebih positif dibandingkan XRP. Ia menyebut Ethereum sebagai “aset yang bagus” dan menilai Ethereum serta Solana berpotensi mencapai level yang lebih tinggi.

Meski demikian, Brandt mengatakan dirinya lebih memilih Bitcoin untuk menjadi aset utama dalam portofolio kriptonya.