Liputan6.com, Jakarta - Tak Cuma Bintik Merah, Ini Gejala Terparah Campak dan Bisa Menyerang Segala Usia
Sebanyak 3.442 warga se-Jawa Barat terinfeksi campak hingga pekan ke-11 tahun 2026. Sementara pada tahun 2025, jumlah terduga campak keseluruhan mencapai 7.684 orang.
Menurut Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi, penyakit campak dapat terjadi di seluruh usia, untuk itu pengendalian paparannya harus gencar dilakukan.
Advertisement
"Gejala campak ini tidak hanya sekadar kulit kita merah-merah, demam tinggi, batuk kering, lalu pilek, mata berair. Gejala campak ini tidak saja merusak otak, yang kedua adalah akan diare parah sehingga menjadi malnutrisi, jadi kurang gizi. Dehidrasi ini menyebabkan kematian dua-duanya," ujar Vini dalam Webinar Kesiapsiagaan Campak Dinkes Jabar, Bandung, ditulis Jumat (3/4/2026).
Vini menambahkan gejala campak bisa berakibat keparahan lainnya. Seperti pasien kehilangan pendengaran, kehilangan penglihatan alias buta, tuli hingga menyebabkan radang paru.
Vini mengatakan seluruh gejala campak tersebut memicu tubuh kehilangan tenaga. Hal itu berakibat tubuh mengalami amnesia imun yang menyebabkan seluruh penyakit dapat dengan mudah menyerang.
"Jadi lupa yang harusnya antibodi kita mencegah dan mematikan begitu ada kuman pneumonia, justru imun ini akan lemah dan lupa kalau dia adalah tentara untuk mencegah sakit seperti di paru-paru gitu. Dan itu terjadi katanya 4 bulan sampai 3 tahun," ungkap Vini.
Vini menyebut dampak kerusakan campak mirip dengan Covid-19. Karena menyebabkan imun tubuh mengalami penurunan drastis.
"Yang perlu kami sampaikan bahwa sebetulnya campak ini tidak ada obatnya. Yang ada adalah cara pencegahannya gitu ya. Yang pertama tentu imunisasi, kedua itu adalah makan vitamin A. Sehingga nanti salah satu pengobatan yang kita berikan kepada campak itu pemberian vitamin A," jelas Vini.
Sedangkan pengobatan untuk penyakit yang timbul akibat gejala campak dilakukan berdasarkan gejala yang ada.
Â
Penanganan Pasien Campak
Vini menjelaskan pemantauan pasien yang terpapar campak terus dilakukan intensif hingga 3 tahun setelahnya. Untuk mengetahui ada tidaknya penyakit lain yang dipicu oleh gejala paparan campak. Namun, ketika seseorang terkena penyakit campak maka atas keputusan dokter dilakukan perawatan isolasi di rumah jika sebelumnya sudah menjalani imunisasi.
Pasien campak disarankan mengonsumsi air putih dan makanan bergizi seimbang. Dokter biasanya memberikan obat penurun demam jika terindikasi.
"Tapi tadi kalau sudah ada gejala sesak napas, nyeri telinga hebat harus langsung pergi ke rumah sakit. Jadi diulangi ya, bahwa campak bukannya sekadar merah-merah saja, tapi yang utama adalah infeksi otak ya, diare parah atau dehidrasi, kehilangan pendengaran, buta dan juga menjadi radang paru-paru," kata Vini.
Ciri penyakit yang diakibatkan virus seperti campak ini, kata Vini, dapat sembuh dengan sendirinya tetapi tergantung kondisi imun tubuh seseorang. Apalagi jika sebelum terjangkit campak pernah menjalani imunisasi.
Pemberian vitamin A selama 3 bulan tanpa putus juga dianggap sangat berpengaruh dalam menjaga imun tubuh pasien campak. Namun Vini mengingatkan bahwa pemutusan rantai penularan menjadi lebih penting dibandingkan dengan pengobatan.
"Bahwa cara penularannya itu adalah aerosol atau airborne, percikannya bisa lebih dari 2 meter, lalu berkontak dengan benda yang terkontaminasi droplet tadi atau masuk melalui saluran napas dan juga masuk ke saluran mata atau lewat saluran pernapasan," kata Vini.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5543790/original/082900800_1775035313-campak_vaksin.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288049/original/011271500_1783288749-000_B9BX29C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869225/original/041971000_1782930974-ko9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258343/original/056341300_1781336647-063_2281311201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9134676/original/050275200_1783074239-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_5.13.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965497/original/009977600_1782978576-WhatsApp_Image_2026-07-02_at_14.16.04__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8936364/original/038313800_1782963531-rekonstruksi_taufik_hidayat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8538740/original/099129700_1782474550-Taufik_Hidayat_pelaku_penganiayaan_dan_penyekapan_pacar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3210944/original/096752400_1597631196-Bandara_Husein.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8351567/original/029284200_1782225485-taufik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570024/original/021831800_1777476486-dd45f2a2-220f-45fb-8923-ab0c5a0faf67.jpg)