Liputan6.com, Jakarta - Semua berawal dari tongkrongan rumah di Pondok Jaya, Kemang, Jakarta Selatan. Nabil dan teman-temannya bersepakat mengumpulkan uang dengan cara patungan. Masing-masing, Rp 1 juta.
Uang itu akan dipakai sebagai modal menggelar nonton bareng keliling. Mereka menyebutnya Noling alias Nobar Keliling. Sebab, lokasi nobar tidak dilakukan di tempat yang sama. Mereka nomaden ke beberapa lokasi.
Bukan sekadar nonton pertandingan sepakbola 2 x 45 menit. Jauh dari itu, mereka menghadirkan tempat berkumpul yang penuh kehangatan. Tempat yang dipilih pun jauh dari kata mewah. Bukan di kafe yang dihiasi kudapan mahal yang menguras isi kantong. Mereka datang ke ruang publik yang terbuka. Di taman atau tepi jalan ibu kota.
Advertisement
Noling digerakkan anak-anak muda yang sehari-hari sibuk dengan hidupnya masing-masing. Sebagian masih menempuh kuliah semester akhir, sedangkan yang lain bekerja penuh waktu.
"Sebagian dari kami ada yang masih kuliah semester akhir, juga ada yang bekerja full time. Makanya pas banget kalau Piala Dunia malam, kita bisa kumpul, besok paginya aktivitas lagi," ujar Nabil saat berbincang dengan liputan6.com beberapa waktu lalu.
Hari yang ditunggu tiba. Selasa 30 Juni 2026. Malam itu, tim sepakbola Brasil akan meladeni Jepang di babak gugur Piala Dunia 2026. Nabil bersama teman-temannya mempersiapkan semua peralatan yang akan dibawa.
Empat sepeda motor melaju beriringan. Tujuan mereka ke taman bendera. Satu motor membawa televisi 43 inch. Dibungkus rapi menggunakan kardus. Motor lainnya membawa genset, meja, dan tikar.
Setibanya di lokasi, mereka berbagi tugas. Ada yang memasang televisi, membentangkan tikar, hingga menyiapkan camilan. Untuk perizinan, Nabil tidak kesulitan. Hanya mengirimkan surat pemberitahuan untuk menyelenggarakan kegiatan.
Suasana malam itu terlihat berbeda dari biasanya. Kesibukan Nabil dan rekan-rekannya menjadi magnet. Para pengunjung yang biasanya hanya duduk-duduk di area taman, mulai mendekat ke layar kaca yang dibawa. Duduk di tikar. Disediakan camilan gratis. Sebagian tak saling mengenal. Tapi kebersamaan begitu terasa.
Televisi diletakan di tengah kerumunan. Sinar yang terpancar di gelap malam, menjadi fokus perhatian. Sebelum peluit pertandingan berbunyi di layar tv, pembawa acara nobar memperkenalkan diri dan mengajak berinteraksi.
Sesekali terdengar gelak tawa saat pembaca acara melempar lelucon kepada penonton. Di sisi lain, beberapa penonton yang hadir sibuk menyeduh kopi yang disiapkan oleh Nabil dan teman-temannya.
Suasana semakin riuh ketika pertandingan dimulai. Tikar yang awalnya sepi, mendadak ramai. Warga di sekitar berbondong-bondong datang. Duduk dan menyaksikan pertandingan. Ada yang berpihak pada Jepang, ada pula pendukung Brasil.
Duduk bersama di atas tikar yang sama. Mereka berhasil mengembalikan filosofi nonton bareng. Tak harus mewah, yang penting kehangatannya. Mereka tak butuh kudapan spesial yang harganya tak masuk akal. Mereka datang atas nama hiburan. Menikmati kebersamaan.
Jual beli serangan yang ditampilkan di layar kaca, mengundang tepuk tangan penonton. Diselingi obrolan ringan di sela pertandingan. Magis nobar keliling tak lagi kasat mata. Tampak jelas adanya.
Warga yang datang malam itu tak hanya berasal dari sekitar lokasi. Di antara kerumunan penonton, ada pedagang hingga pengemudi ojek online yang beristirahat. Bahkan, ada di antara mereka, anak-anak muda yang sengaja datang setelah mengetahui informasi Nobar Keliling melalui Instagram.
Beberapa di antaranya rela menempuh perjalanan dari Jakarta Timur, Depok, hingga Jakarta Utara. Bagi Nabil, pemandangan ini bukanlah hal baru. Saat nobar keliling sebelumnya di Taman Literasi, sejumlah pengemudi ojol tampak hadir. Mereka yang awalnya hanya melitas, pada akhirnya menepi sejenak. Ikut nobar pertandingan sambil nyemil dan menikmati kopi.
"Ojol yang masih di jalan, jam 2 pagi masih narik. Dengan adanya nobar keliling ini dia bisa istirahat dulu sambil nunggu on-bid ya kan bareng kita akhirnya nobar," ungkap Nabil.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288003/original/075270000_1783262025-47937.jpg)
Dari Taman ke Kampung-Kampung
Nabil berbagi mimpinya. Melihat antusiasme warga yang datang setiap kali rombongan Noling datang, Nabil semakin semangat. Mereka berencana membawa nobar keliling tidak hanya di taman-taman di Jakarta Selatan. Mereka ingin bersama Karang Taruna, masuk ke kampung-kampung.
Harapannya sederhana, euforia piala dunia bisa dihadirkan bersama di lingkungan tempat tinggal mereka. Menghidupkan suasana dahulu, berkumpul dalam satu layar, bersorak untuk tim kebanggaan, tanpa memandang apapun latar belakangnya.
“Kita coba adain nobar keliling di kampung mereka,” ungkapnya.
Dari pengalaman ini, Noling tidak akan berhenti setelah Piala Dunia 2026 usai. Nabil ingin tetap menggelar nonton bareng pada laga-laga besar sepak bola lainnya. Nabil tengah menyiapkan konsep baru yang sebelumnya belum pernah ada saat nobar keliling.
"Mungkin ya nantinya ada stand up comedy atau mungkin ada DJ atau mungkin ya ada pertunjukan kuis yang lebih menarik lagi nantinya," jelasnya.
Sejalan dengan cerita Nabil, laga usai dengan kemenangan Brasil. Tepuk tangan terdengar di antara mereka. Setelah itu, satu per satu penonton beranjak pergi. Beberapa dari mereka sempat membantu membersihkan sampah, hingga bersih seperti semula.
Malam itu, bukan hanya taman yang kembali menjadi lenggang. Ada cerita orang-orang yang sebelumnya tak saling kenal, pada akhirnya melebur jadi satu. Nabil tersenyum. Itulah tujuannya sebenarnya. Menghadirkan kebersamaan melalui pertandingan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288002/original/074777200_1783262023-47938.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288049/original/011271500_1783288749-000_B9BX29C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869225/original/041971000_1782930974-ko9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258343/original/056341300_1781336647-063_2281311201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288049/original/011271500_1783288749-000_B9BX29C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869225/original/041971000_1782930974-ko9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258343/original/056341300_1781336647-063_2281311201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)