CEO MicroStrategy: Bitcoin Adalah Harapan

CEO MicroStrategy, Phong Le mengungkapkan pandangannya mengenai bitcoin (BTC) ke depan.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO MicroStrategy, Phong Le menyebut bitcoin (BTC) sebagai uang Amerika Serikat. Hal ini juga ditunjukkan dari aksi beli saham preferen US$ 1 juta atau Rp 17,99 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990).

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Senin, (6/7/2026), pembelian saham preferen itu dalam pengajuan sekuritas, juga merupakan taruhan pribadi pada perusahaan yang dipimpin Phong Le. Strategy yang sebelumnya bernama MicroStrategy berjuang mempertahankan saham preferen strech (STRC) mendekati nilai nominal setelah penurunan bitcoin.

Pengajuan pada 22 Juni menunjukkan Phong Le membeli 11.000 saham STRC melalui perwalian keluarganya. Ia membayar rata-rata tertimbang US$ 90,80 per saham, atau sekitar US$ 998.756.  Ia menganggapnya sebagai investasi jangka panjang, bukan perdagangan dalam waktu singkat.

Harga itu di bawah nilai nominal STRC sebesar US$ 100. Strategy merancang saham itu untuk diperdagangkan mendekati nilai nominal US$ 100, menyesuaikan dividennya setiap bulan untuk mempertahankan patokan tersebut.

Sejak itu, perusahaan telah menaikkan dividen tahunan STRC menjadi 12%, naik dari 9% pada debutnya pada Juli 2025. Hal itu telah menarik saham kembali mendekati nilai nominal. Arkham sekarang menetapkan posisi Phong Le pada titik impas.

Pemulihan ini penting karena STRC menjadi penopang tumpukan saham preferen yang sekarang bernilai lebih dari US$ 13 miliar.

Adapun MicroStrategy baru-baru ini menguraikan kebijakan penjualan bitcoin baru yang mendanai dividen itu, dengan menjual sebagian kepemilikannya.

“Saya membeli US$ 1 juta saham $STRC hari ini. Akan saya pegang sampai mencapai nilai nominal, kemungkinan lebih,” ujar Phong Le

 

 

Mengapa Phong Le Menyebut Bitcoin sebagai Uang Amerika Serikat?

Phong Le memaparkan argumennya untuk bitcoin. Ia menggambarkannya sebagai uang yang ditetapkan, oleh aturan yang transparan dan pasokan tetap yang tidak dapat dipengaruhi pemerintah manapun. Aset itu, menurut dia, melindungi kekayaan dari inflasi, sensor dan tekanan politik.

“Bitcoin adalah Amerika Serikat dalam hal uang. Ia bercita-cita untuk melakukan hal yang sama untuk uang seperti yang dicita-citakan konstitusi Amerika untuk pemerintahan. Menciptakan sistem yang diatur oleh aturan yang transparan, bukan berdasarkan kebijakan individu. Tetapi lebih dari itu, bitcoin adalah harapan,” ujar dia.

Ia mengaitkan pandangan itu dengan masa lalu sendiri. Ia menghubungkan perjalanan keluarganya sebagai pengungsi dari Vietnam. Perjalanan itu membawa keyakinan kalau orang-orang harus mengendalikan uangnya sendiri. Phong Le memprediksi, bitcoin dapat menjadi aset cadangan global dalam satu dekade. Keyakinan ini memiliki bobot karena Phong Le menjalankan Strategy, pemegang bitcoin korporat terbesar dengan 818.334 BTC.

 

Michael Saylor jadi Pelopor

Pendiri Michael Saylor mempelopori model perbendaharaan tersebut pada 2020. Le menunjuk bank-bank seperti Goldman Sachs dan Citi yang menambahkan layanan Bitcoin sebagai bukti bahwa pergeseran itu nyata.

Tidak semua orang berbagi optimisme tersebut. Bitwise mengatakan Strategy bukan lagi pembeli Bitcoin dominan. Perusahaan tersebut juga mencatat kerugian kuartalan US$ 12,5 miliar karena harga bitcoin jatuh. 

Apakah titik impas akan bertahan atau tidak bergantung pada bagaimana STRC dan pasar bearish Bitcoin berkembang selanjutnya. Untuk saat ini, neraca keuangan Le dan rekening pribadinya menunjukkan arah yang sama.