Sukses

Berbuka dengan Gulai Paluik, Olahan Jengkol Khas Ranah Minang

Liputan6.com, Limpauluh Kota - Ranah Minang selalu menawarkan berbagai macam kulinernya yang lezat, khas dan tidak dijumpai di daerah lain. Pada Bulan Ramadan apalagi, kuliner legendaris yang jarang dijumpai pada hari biasa, sering bermunculan.

Namanya gulai paluik, jika diartikan paluik adalah palut. Seperti namanya, isi gulai ini dibalut dengan dedaunan, biasanya dengan daun kacang atau daun labu.

Gulai paluik merupakan makanan khas dari Kabupaten Limapuluh Kota, di daerah lain di provinsi Sumbar kuliner ini sangat jarang dijumpai meski saat Ramadan.

Awak Liputan6.com ketika berkunjung ke Nagari Limbanang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat membeli gulai paluik di pasar pabukoan. Harganya murah, Rp5 ribu untuk satu buah.

Ketika dicoba saat berbuka, rasanya lezat, lembut, dan khas. Gulai paluik sangat cocok sebagai menu santap buka puasa dimakan bersama nasi.

Bahan utama gulai paluik terbuat dari campuran jengkol, telur, tepung, dan parutan kelapa yang dihaluskan.

Cara mengolah gulai paluik, setelah bahan-bahan utama diberi bumbu rempah, kemudian dibungkus dengan daun kacang atau daun labu. Lalu dibungkus lagi dengan daun pisang sebelum direbus hingga matang.

Setelah matang, daun pisang dilepas dan dimasukkan ke kuah gulai bersantan yang sudah dimasak dengan berbagai rempah.

Salah seorang warga Limapuluh Kota, Zahratul (20) mengatakan gulai paluik terkenal sebagai sajian khas bulan suci Ramadan.

"Hari-hari biasa juga ada, cuma jarang ditemui di rumah makan, sesekali ada yang menjual di pasar," ujarnya.

Gulai paluik, lanjut Zahra, jadi buruan masyarakat untuk menu utama buka puasa. Apalagi harganya juga terjangkau.

Bagi pecinta kuliner, sajian ini menjadi salah satu makanan yang wajib dicicipi karena selain legendaris, juga cita rasanya yang khas.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS