Sukses

Coating Kaca Juga Perlu, Ini Manfaatnya

Liputan6.com, Jakarta - Dalam hal perawatan eksterior mobil, jangan hanya terfokus pada bodi saja. Kaca juga patut diberi perlindungan agar tampilan lebih enak dipandang dan visibilitas dari dalam kabin ke luar tetap terjaga.

Seperti diketahui, salah satu masalah yang kerap menghantui kaca adalah flek yang karib disebut jamur. Dan untuk menghilangkan flek ini tidak bisa hanya mengandalkan sabun alias harus menggunakan obat khusus.

Salah satu cara untuk membersihkan jamur kaca adalah dengan menerapkan teknik coating dengan menggunakan cairan khusus.

Presiden Direktur Topcoat Indonesia Christopher Sebastian menyebutkan, coating kaca memiliki fungsi untuk mempertahankan efek hydrophobic pada kaca. "Kita kan ingin visibilitas pada kaca jelas saat siang, dan pada malam hari tidak timbul efek kabut atau bias," jelasnya di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

"Kaca buram itu semua disebabkan oleh jamur. Setelah kaca di-coating, otomatis pori-pori kaca tertutup dan memberikan efek daun talas. Jadi kalau sudah coating, kecepatan 60 kpj saat hujan tidak perlu pakai wiper, air sudah naik sendiri," Christopher menambahkan.

Dirinya menjelaskan, timbulnya jamur pada kaca disebabkan oleh sisa air yang mengering. "Air itu kan mengandung mineral, jadi kalau dibiarkan mengering otomatis dia tertinggal di situ,"

"Jadi kalau saat belum mengering lalu dibersihkan maka langsung hilang, tapi kalau dibiarkan atau mengering karena panas dia akan menimbulkan flek. Kalau sudah begini dia akan mencengkeram atau masuk ke dalam pori-pori," jelasnya.

Dan obat coating ini mampu mengangkat kotoran yang telah masuk ke pori-pori kaca yang ukurannya teramat kecil dan melapisi permukaan kaca hingga memberikan efek daun talas (hydrophobic).

 

2 dari 3 halaman

Tingkat Kekerasan

Meski mampu memberikan perlindungan yang efektif, coating untuk kaca depan hanya mampu bertahan antara enam bulan sampai satu tahun. Hal itu lantaran wiper yang menggesek kaca saat diaktifkan.

"Jadi kalau ada yang bilang coating kaca bisa tahan hingga bertahun-tahun berarti wipernya harus dilepas. Tidak mungkin bisa selama itu karena kegesek terus gimana coating tidak hilang. Jadi menurut kami bertahannya rata-rata enam bulanan," ujar Christopher.

Dirinya juga menyebutkan, tingkat kekerasan obat coating pada kaca tidak bisa setinggi saat diterapkan pada bodi mobil. Hal itu karena lapisan obat coating seperti kaca.

"Jadi coating itu bisa menutup pori-pori cuma hardness-nya tidak bisa high hardness atau mencapai 9H seperti pada bodi. Jadi kalau ada yang bilang tingkat kekerasannya bisa sampai 9h itu imposible karena kalau kaca ditumpuk kaca maka akan crack. Kalaupun tidak, saat berkendara malam dan terkena cahaya lampu pasti akan pecah atau bias," imbuhnya. Menurutnya, tingkat kekerasan coating kaca maksimal hanya 4H.

 

3 dari 3 halaman

Perluas Jaringan

Topcoat yang berada di bawah Makko Group kembali memperluas jaringan workshop yang melayani auto detailing dan coating untuk mobil dan sepeda motor. Workshop baru Topcoat berdiri di kawasan Radio Dalam, Jakarta.

"Ini adalah cabang pertama Topcoat yang dibuka di Jakarta dan cabang keenam dari total outlet yang sudah opening, serta beberapa bulan lagi kami akan buka di Manado, Sulawesi Utara dan Solo, Jawa Tengah," ujar Christhoper.

Sebelumnya outlet Topcoat telah berdiri di Tangerang (BSD dan Gading Serpong), Pematang Siantar, Pekanbaru dan Makassar.

"Selain menggunakan bahan coating shappire serum, harga yang kami tawarkan juga masih terjangkau karena harga paket Topcoat sudah meliputi interior, eksterior, engine detailing dan coating untuk kaca," tutup Christopher.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cara Mudah Merawat Coating Bodi Mobil
Artikel Selanjutnya
Begini Perawatan agar Cat Mobil Tetap Mulus Usai Coating