Dukcapil Ungkap Nama Unik Penduduk dari Profesi: Kiai sampai Presiden

Profesi atau jabatan jadi salah satu inspirasi orang tua dalam memberi nama untuk anaknya.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 13:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Nama WNI unik, terinspirasi profesi, negara, dan warna.
  • Profesi seperti Hakim (306 ribu) dan Presiden (35) banyak digunakan.
  • Nama negara (Oman) dan warna (Nila) juga populer di kalangan WNI.

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan nama-nama warga negara Indonesia memiliki banyak keunikan. Salah satunya terinspirasi dari profesi seperti hakim, presiden, hingga kiai.

Fakta itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi dalam memaparkan rilis data kependudukan bersih (DKB) Semester I 2026 pada Senin (3/8). Profesi atau jabatan jadi salah satu inspirasi orang tua dalam memberi nama untuk anaknya.

"Atas dasar jabatan. Banyak yang beri nama Hakim. Saya pikir orang ngasih nama hakim tidak semata-mata hakim karena jabatan, tapi harapannya adalah hakim kan ada juga. Termasuk dari nama yang diagungkan. Ada 300.000 lebih, hakim," kata Teguh.

Berdasarkan data Dukcapil, orang Indonesia yang memiliki nama Hakim mencapai sekitar 306.569 penduduk. Kemudian ada juga orang tua yang memberi nama 'Guru' untuk anaknya. Jumlahnya sebanyak 3.116 penduduk.

"Juga ada yang namanya Guru, Jaksa, Dosen, Pilot, Bidan. Kemudian juga, Kiai, Ustaz, Jenderal, ada yang namanya jenderal juga, Dokter," kata Teguh.

Tercatat WNI bernama Jaksa mencapai 397 penduduk; Dosen (225 penduduk); Pilot (166 penduduk); Bidan (153 penduduk); Kyai (123 penduduk); Kiai (118 penduduk); Ustaz (113 penduduk).

"Ada juga yang namain anaknya Presiden (35 penduduk). Ada yang nama Presiden. Ada juga Pendeta (29 penduduk), Nahkoda (26 penduduk). Macam-macam ini. Jadi begitu variatif," sambungnya.

 

Nama Negara dan Warna

Menariknya lagi, ide nama seseorang bukan hanya dari profesi atau jabatan. Tak sedikit orang yang tercatat memiliki unsur negara hingga warna dalam namanya.

Oman jadi negara dengan paling banyak digunakan sebagai nama dengan total 28.818. Lalu Yunani (12.258 penduduk), Yaman (10.103 penduduk), dan Suriah (7.127 penduduk).

"Enggak ada yang nama Amerika di sini. Kemudian ada, Rusia (2.082 penduduk), Timor (1.622 penduduk), Ghana (1.511 penduduk). Ini ada juga yang nama-nama seperti itu," terang Teguh.

"Mungkin kenang-kenangan karena orang tuanya bekerja di situ atau gimana. Sekali lagi, masalah nama luar biasa. Itulah kenapa pentingnya nama diatur di dalam dokumen kependudukan kita," tambah dia.

Sementara untuk nama yang berasal dari warna, Dukcapil menemukan terbanyak adalah Nila dengan total 62.903 penduduk. Kemudian Jingga dengan 17 533 penduduk.

"Biru (8.193 penduduk) juga. Kemudian juga Magenta (2.637 penduduk). Putih (2.600), Emas (2.104), Merah (1.093), Kuning (1.015), Pink (818), ada semuanya itu. Luar biasa, sangat variatif," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6