Melihat Inovasi Gen Z Bikin Alat Bantu Pantau Demam Bayi

Lewat BebeTemp, Kathleen Victoria dan Kimberly Georgia menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberi dampak besar bagi kesehatan bayi.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BebeTemp, termometer pintar karya remaja, memantau suhu bayi real-time dengan alarm otomatis.
  • Alat ini mencegah kejang demam dan hipotermia, terutama saat orang tua tidur.
  • BebeTemp menawarkan pemantauan berkelanjutan, meningkatkan keselamatan bayi, dan mengurangi kecemasan orang tua.

Liputan6.com, Jakarta - Demam yang muncul saat malam hari sering membuat orang tua diliputi rasa cemas. Dari kebutuhan akan pemantauan suhu bayi yang lebih praktis, lahirlah sebuah inovasi yang mendapat apresiasi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jumat 31 Juli 2026.

Alat yang diberi nama BebeTemp merupakan inovasi karya remaja, Kathleen Victoria dan Kimberly Georgia. Alat ini dirancang sebagai termometer pintar yang dapat memantau suhu tubuh bayi secara real time dan mengirimkan alarm otomatis saat suhu tubuh terdeteksi di atas 38°C atau turun di bawah 36°C.

Menkes Budi menegaskan, solusi kesehatan tidak selalu membutuhkan teknologi mahal, melainkan bisa lahir dari ide sederhana yang menjawab kebutuhan lapangan.

Kedua remaja yang duduk di kelas 12 sekolah di ACS Jakarta itu menyampaikan, alat ciptannya penting, karena demam tinggi pada bayi dan balita, terutama yang berusia 6 bulan hingga 3 tahun, dapat menjadi tanda adanya penyakit yang mendasari dan dalam beberapa kasus, memicu kejang demam apabila tidak terdeteksi sejak dini, khususnya pada malam hari ketika orang tua sedang tidur.

Meskipun sebagian besar kejang demam berlangsung singkat dan tidak menimbulkan dampak permanen, kejang yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan neurologis, termasuk cedera pada hipokampus dan epilepsi lobus temporal.

Di sisi lain, suhu tubuh yang terlalu rendah (hipotermia) juga dapat membahayakan bayi. Bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipotermia, yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, denyut jantung melambat, penurunan fungsi organ, hingga kondisi yang mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani.

Berbeda dengan Alat Konvesial

Adapun, berbeda dengan termometer konvensional yang hanya memberikan hasil pengukuran sesaat, BebeTemp memungkinkan pemantauan suhu secara berkelanjutan sehingga tindakan dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus mengurangi kebutuhan orang tua untuk terus-menerus memeriksa suhu bayi sepanjang malam.

Dalam jangka panjang, BebeTemp berpotensi meningkatkan keselamatan bayi melalui deteksi dini terhadap perubahan suhu tubuh yang tidak normal, sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius atau mengancam nyawa.

Dengan desain yang terjangkau dan mudah digunakan, BebeTemp juga berpotensi memperluas akses terhadap pemantauan suhu tubuh secara berkelanjutan, baik di rumah maupun di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kehadirannya diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi orang tua sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesehatan bayi di Indonesia, dengan potensi membantu mencegah ribuan kematian bayi setiap tahun.

 

 

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6