Dedi Mulyadi Murka, Minta Petugas Dishub Bekasi Palak Sopir Truk Dipecat

Dedi Mulyadi angkat suara soal dugaan pemerasan oknum Dishub Bekasi terhadap sopir truk.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 12:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Video viral dugaan pemerasan sopir truk oleh anggota Dishub Kota Bekasi.
  • Sopir menuntut pengembalian uang Rp 1,7 juta yang diduga dipungut tidak resmi.
  • Gubernur Dedi Mulyadi mengecam, minta oknum Dishub dipecat tidak hormat.

Liputan6.com, Jakarta - Beredar sebuah video yang memperlihatkan dugaan pemerasan anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terhadap seorang sopir truk. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di sekitar Pos Poncol, Margahayu, Bekasi Timur.

Dalam video yang viral di media sosial itu, tampak seorang pria menuntut pengembalian uang sebesar Rp 1,7 juta kepada sejumlah petugas Dishub. Uang tersebut diduga dipungut secara tidak resmi oleh petugas tersebut.

Sambil merekam aksi para petugas, pria tersebut terus mendesak agar uang yang telah diserahkan segera dikembalikan. Di sisi lain, para anggota Dishub yang berada di pos tampak enggan memberikan penjelasan pasti dan cenderung menghindari kamera.

Banyak pihak mendesak Pemerintah Kota Bekasi serta pihak kepolisian setempat untuk segera turun tangan memproses dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku.

Dedi Mulyadi Mengecam

Praktik pemerasan yang dilakukan anggota Dishub Kota Bekasi mendapat sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dia mengaku kecewa dengan ulah anggota Dishub yang terekam dalam video tersebut.

"Saya sangat kecewa dengan perilaku oknum aparat Dishub Kota Bekasi yang melakukan tindakan pungli, pemerasan terhadap para sopir," kata Dedi dalam video singkat yang diunggah lewat akun Instagram miliknya, Sabtu (1/8/2026).

Setelah kejadian itu, Dedi langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Bekasi untuk membicarakan perilaku pegawai Pemkot Bekasi itu.

"Saya sudah menyampaikan ke Pak Wali Kota Bekasi untuk dilakukan tindakan tegas dengan diberhentikan (dipecat) dari pekerjaannya secara tidak hormat," ujarnya.

Dedi berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Dia berpesan semua petugas yang memakai seragam tempat instansi bekerja agar benar-benar memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

"Bukan mempersulit dan memeras masyarakat," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6