Kenapa Jogja Punya Dua Stasiun Utama Kereta Api yang Hampir Menempel? Ini Sejarahnya

Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan sama-sama menjadi pintu masuk perjalanan kereta api di Kota Gudeg.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pengguna kereta api yang datang ke Yogyakarta, keberadaan dua stasiun besar yang lokasinya berdekatan mungkin terasa unik. Hanya berjarak sekitar satu kilometer, Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan sama-sama menjadi pintu masuk perjalanan kereta api di Kota Gudeg.

Namun, siapa sangka keberadaan dua stasiun tersebut bukan dibangun secara bersamaan. Keduanya lahir dari kepentingan perusahaan kereta api yang berbeda pada masa kolonial Belanda.

Jauh sebelum Stasiun Tugu berdiri, Yogyakarta sudah memiliki Stasiun Lempuyangan. Stasiun yang berada di kawasan Danurejan itu dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Dalam buku Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid I karya Tim Telaga Bakti Nusantara dan Asosiasi Perkeretaapian Indonesia (API), perkembangan kereta api di Hindia Belanda pada awalnya banyak dilakukan oleh perusahaan swasta.

NISM menjadi salah satu perusahaan yang membangun jaringan kereta api dari Semarang menuju wilayah Vorstenlanden yang meliputi Yogyakarta dan Surakarta.

Pembangunan jalur tersebut tidak lepas dari kepentingan ekonomi kolonial. Saat itu, wilayah Vorstenlanden menjadi salah satu pusat produksi komoditas perkebunan seperti gula dan tembakau yang perlu dikirim menuju pelabuhan Semarang.

Ketika jaringan NISM mencapai Yogyakarta, perusahaan tersebut membangun Stasiun Lempuyangan. Stasiun ini mulai beroperasi pada 10 Juni 1872 dan menjadi stasiun kereta api pertama di Kota Yogyakarta.

Dinas Kebudayaan Yogyakarta mencatat, “Bangunan stasiun Lempuyangan merupakan peninggalan masa Belanda dan sejak kemerdekaan digunakan oleh PT KAI.” Nama Lempuyangan sendiri berasal dari lokasi stasiun tersebut, yakni Kampung Tegal Lempuyangan.

Beberapa tahun setelah Stasiun Lempuyangan berdiri, pemerintah kolonial melalui perusahaan kereta api negara Staatsspoorwegen (SS) membangun stasiun baru di sisi barat. Stasiun tersebut kemudian dikenal sebagai Stasiun Tugu atau Stasiun Yogyakarta dan mulai beroperasi pada 1887.

Kini, Stasiun Lempuyangan sudah ditetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya berdasarkan SK Gubernur No. 120/KEP/2010 dan Perda DIY No 188 Tahun 2014.

Kenapa Tak Dibuat Satu Stasiun?

Lalu kenapa Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan tak dibuat jadi satu. Rupanya, hal itu berkaitan dengan sejarah pengelolaan perkeretaapian saat itu.

Lempuyangan dan Tugu dibangun oleh dua perusahaan berbeda dengan jalur serta kepentingan operasional masing-masing. Ketika jaringan kereta api berkembang, kedua stasiun akhirnya tetap dipertahankan karena memiliki fungsi yang berbeda.

Stasiun Tugu kemudian berkembang menjadi stasiun utama Yogyakarta. Lokasinya yang berada di pusat kota, dekat kawasan Malioboro, membuatnya menjadi salah satu simpul perjalanan kereta api jarak jauh utama di Pulau Jawa.

Sementara itu, Stasiun Lempuyangan juga tetap memiliki peran penting, terutama untuk melayani berbagai perjalanan kereta api kelas ekonomi dan komuter.

Layani Kelas Berbeda

Hingga kini, Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan masih sama-sama beroperasi melayani perjalanan kereta api di Yogyakarta. Meski letaknya berdekatan, keduanya memiliki fungsi pelayanan yang berbeda.

Stasiun Tugu lebih banyak melayani perjalanan kereta api kelas eksekutif dan bisnis. Sementara itu, Stasiun Lempuyangan menjadi salah satu stasiun yang melayani perjalanan kereta api kelas ekonomi.

Perbedaan layanan itu membuat penumpang perlu memperhatikan stasiun keberangkatan saat membeli tiket. Penumpang kereta kelas eksekutif dan bisnis umumnya berangkat dari Stasiun Tugu, sedangkan pengguna kereta kelas ekonomi banyak dilayani melalui Stasiun Lempuyangan.

Kedua stasiun juga memiliki kode perjalanan yang berbeda dalam sistem pemesanan tiket. Stasiun Tugu menggunakan kode YK atau Yogyakarta, sedangkan Stasiun Lempuyangan memiliki kode LPN atau Lempuyangan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6