Geger Temuan Mayat Membusuk di Kontrakan Pinang Ranti

Mayat tersebut diperkirakan membusuk sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 18:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jasad pria ditemukan membusuk di kontrakan Pinang Ranti, Jakarta Timur.
  • Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada korban berusia 36 tahun.
  • Jenazah dievakuasi ke RS Polri untuk autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Liputan6.com, Jakarta - Warga kawasan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam rumah kontrakan pada Rabu (17/6/2026). Korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk.

Kapolsek Makasar Kompol Sumardi mengatakan, penemuan mayat bermula dari laporan warga yang mencium aroma tidak sedap dari sebuah kontrakan di kawasan seberang Terminal Pinang Ranti. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Makasar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Ada laporan dari warga bahwa di kontrakan tercium aroma busuk. Polsek langsung cek TKP dan membuka pintu kontrakan yang terkunci dari dalam,” kata Sumardi kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Saat pintu berhasil dibuka, petugas menemukan seorang pria telah meninggal dunia di dalam kamar kontrakan.

Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan berusia 36 tahun. Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga setelah identitas korban berhasil diketahui.

 

Polisi Olah TKP

Menurut Sumardi, kondisi jenazah saat ditemukan sudah mulai membusuk. Korban diperkirakan meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

“Jenazah sudah mulai membusuk. Diperkirakan sekitar tiga hari,” ujarnya.

Selanjutnya, Polres Metro Jakarta Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pengecekan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Sumardi.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati guna menjalani autopsi.

“Jenazah sudah dikirim ke RS Polri untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6