Dua Mayat Misterius Gegerkan Warga Pesawaran Lampung, Kondisinya Sudah Membusuk

Warga Pesawaran, Lampung digegerkan penemuan dua jasad pria tanpa identitas dalam satu hari.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 09:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kabupaten Pesawaran, Lampung digegerkan penemuan dua jasad pria tanpa identitas dalam satu hari, Senin (4/5/2026). Kedua mayat ditemukan di lokasi berbeda dengan kondisi sudah membusuk, memicu penyelidikan intensif dari polisi.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di muara Dusun Sebaris, Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan. Seorang nelayan menemukan sesosok mayat pria saat berada di kawasan hutan bakau.

Beberapa jam berselang, sekitar pukul 13.00 WIB, penemuan serupa kembali terjadi. Jasad pria tanpa identitas ditemukan mengambang di aliran Sungai Wai Sekampung, tepatnya di Bendungan Argo Guruh, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng.

Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito mengatakan pihaknya langsung melakukan evakuasi dan penyelidikan usai menerima laporan warga.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kedua korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hal ini diperkuat dari keterangan saksi dan warga sekitar yang mengenali ciri-ciri salah satu korban.

“Salah satu korban sebelumnya kerap terlihat dalam kondisi sakit dan diduga mengalami gangguan jiwa. Untuk korban lainnya juga mengarah ke dugaan yang sama, namun masih kami dalami,” ujar Alvie, Selasa (5/5).

Dia menjelaskan, kondisi kedua jenazah saat ditemukan sudah dalam tahap pembusukan lanjut sehingga menyulitkan proses identifikasi.

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Untuk temuan di Teluk Pandan, hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. Polisi memperkirakan korban telah meninggal lebih dari sepekan.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal bukan karena tindak pidana,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jasad yang ditemukan di Bendungan Argo Guruh, polisi masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara guna memastikan penyebab kematian.

Polisi juga membuka kemungkinan korban terbawa arus Sungai Wai Sekampung dari lokasi lain, mengingat derasnya aliran sungai tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan korban terbawa arus dari wilayah lain,” ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke pihak berwajib untuk membantu proses identifikasi korban.