Anok Yai Jadi Ikon Fashion Terbaru, Tampil Mewah dan Elegan di Kampanye Ferragamo Fall-Winter 2026

Anok Yai hadirkan pesona mewah dan elegan di kampanye Ferragamo terbaru

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ferragamo kembali membawa kecintaan terhadap sepatu ke dalam sebuah dunia yang penuh imajinasi melalui kampanye Fall-Winter 2026. Menggandeng fotografer Johnny Dufort, rumah mode asal Italia tersebut menghadirkan visual surreal yang menjadikan sepatu bukan sekadar aksesori pelengkap busana, melainkan objek penuh daya tarik dan karakter.

Kampanye ini sekaligus menghidupkan kembali salah satu bahasa visual khas Ferragamo. Jika sebelumnya deretan aktris dan bintang sinema kerap tampil dikelilingi koleksi sepatu dalam materi kampanye rumah mode, kali ini konsep tersebut diterjemahkan melalui perspektif Dufort yang lebih eksentrik dan surealis.

Salah satu visual paling mencuri perhatian menampilkan model Anok Yai yang duduk di atas sebuah "takhta" unik. Bukan terbuat dari material mewah seperti beludru atau logam, kursi tersebut justru merupakan karya seniman kontemporer Willie Cole berupa susunan sepatu.

 

Anok Yai Duduk di Atas Takhta Sepatu

Karya Willie Cole yang menjadi bagian utama kampanye merupakan patung tahun 1994 yang dibuat dari objek-objek sepatu. Kehadirannya memberikan sentuhan artistik sekaligus surreal pada kampanye Ferragamo Fall-Winter 2026.

Anok Yai tampil sebagai figur modern yang duduk dengan penuh percaya diri di atas karya tersebut, menciptakan kontras antara sosok model dengan tumpukan sepatu yang menjadi latar sekaligus furnitur.

“Kursinya terasa sangat surreal, tetapi tetap terasa dekat dan langsung,” ujar Creative Director Ferragamo, Maximilian Davis.

Menurut Davis, pendekatan Willie Cole terhadap benda-benda sehari-hari terasa selaras dengan arah kreatif Ferragamo belakangan ini yang banyak mengeksplorasi estetika Surrealism dan Dadaism. Melalui pendekatan tersebut, benda yang familiar diubah menjadi sesuatu yang tidak biasa. Sepatu yang biasanya berada di kaki justru ditumpuk dan disulap menjadi objek seni, bahkan sebuah takhta.

 

Sepatu Ferragamo dalam Perspektif Baru

Kampanye ini juga menjadi panggung untuk menampilkan kembali sejumlah siluet ikonis Ferragamo dengan interpretasi yang lebih modern. Salah satunya adalah stiletto dengan tampilan sleek dan grafis. Siluet tersebut memiliki sejarah panjang di rumah mode Ferragamo karena pertama kali diciptakan oleh Salvatore Ferragamo pada 1954.

Kemudian ada Opanka, yang dikenal melalui konstruksi sol berbentuk cangkang dengan karakter arsitektural. Desain tersebut berakar pada inovasi yang pertama kali dikembangkan Ferragamo pada 1957.

Sementara itu, siluet Varina hadir dalam interpretasi quilted yang memberikan tampilan lebih dimensional pada salah satu desain khas rumah mode tersebut.

Bagi Maximilian Davis, daya tarik sepatu Ferragamo tidak hanya terletak pada tampilannya. Konstruksi, kenyamanan ketika dikenakan, serta inovasi desain menjadi bagian penting yang membuat sepatu Ferragamo terus relevan.

Sejak dipercaya memimpin arah kreatif rumah mode tersebut, Davis berusaha mempertajam detail dan membuat kode-kode desain Ferragamo terasa lebih sharp serta grafis, tanpa meninggalkan keahlian craftsmanship yang menjadi fondasinya.

 

Jingyu Huang hingga Vittoria Ceretti Ikut Membintangi

Selain Anok Yai, kampanye Ferragamo Fall-Winter 2026 turut dibintangi oleh sejumlah nama yang memiliki karakter kuat di dunia fashion. Global Brand Ambassador Ferragamo, Jingyu Huang dan Ning Chang, hadir bersama model Vittoria Ceretti serta Thibaud Charon.

Kehadiran mereka memperkuat nuansa sinematik dalam kampanye yang sejak awal terinspirasi dari hubungan panjang Ferragamo dengan dunia perfilman dan para bintang Hollywood. Dengan fotografi Johnny Dufort yang memainkan distorsi visual, pencahayaan, serta komposisi yang tidak biasa, setiap gambar terasa seperti berada di antara dunia nyata dan fantasi.

Tidak hanya sepatu, koleksi aksesori juga mendapat sorotan dalam kampanye ini. Salah satunya adalah Ferragamo Cara, tas baru yang dibuat dari calf leather dengan karakter lembut dan tekstur yang terasa mewah.

Tas tersebut menggabungkan desain yang elegan dengan konstruksi accordion yang memberikan keseimbangan antara bentuk dan fungsi. Detail Gancini berukuran statement menjadi aksen yang memperkuat identitas Ferragamo.

Sementara itu, tas Hug hadir dalam proporsi baru dengan bentuk East-West yang lebih horizontal. Interpretasi ini memberikan perspektif berbeda terhadap kode desain khas Ferragamo.

 

 

Messenger Bag untuk Pria

Untuk lini pria, messenger bag menggabungkan fungsi praktis khas gaya urban dengan sentuhan elegan yang tetap mencerminkan craftsmanship rumah mode.

Melalui kampanye Fall-Winter 2026, Ferragamo memperlihatkan bagaimana warisan desain dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitas. Sepatu yang selama puluhan tahun menjadi pusat kreativitas rumah mode kini ditempatkan dalam dunia yang lebih surealis, artistik, dan kontemporer.

Di tangan Maximilian Davis dan Johnny Dufort, kecintaan Ferragamo terhadap sepatu berubah menjadi sebuah pernyataan visual: bahwa sebuah benda yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari pun dapat menjadi objek seni, simbol keinginan, sekaligus sumber imajinasi.