Evaluasi Layanan Haji, Prabowo Panggil Menhaj ke Hambalang

Prabowo ingin menerima laporan langsung terkait pelaksanaan ibadah haji 2026.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 16:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo panggil Menhaj dan Wamenhaj evaluasi haji 2026 di Hambalang.
  • Evaluasi ini tindak lanjut permintaan DPR dan tim pengawas haji.
  • Prabowo juga bahas SDM, teknologi, dan mineral kritis dengan Mendikti.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Haji (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 serta sejumlah langkah perbaikan untuk pelaksanaan haji di masa mendatang.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Prabowo ingin menerima laporan langsung terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Laporan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas permintaan Komisi VIII DPR RI, Tim Pengawas Haji, dan Kementerian Haji.

"Bapak Presiden hari ini ada beberapa agenda, yang pertama adalah beliau memenuhi permohonan dari Komisi VIII (DPR) dan sekaligus dari tim pengawas haji dan dari Kementerian Haji untuk melaporkan pelaksanaan haji kita tahun 2026 ini," kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).

Selain membahas urusan haji, Prabowo juga memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Pertemuan itu membahas kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di berbagai sektor strategis, termasuk perkembangan kerja sama di bidang teknologi dan mineral kritis.

"Sekali lagi ini berkenaan dengan masalah persiapan pengawakan sumber daya manusia kita yang beberapa sudah berjalan proses-proses pendidikan maupun latihan," ujarnya.

"Dan juga update mengenai beberapa kerja sama yang berkaitan dengan tempo hari kami sampaikan berkenaan dengan masalah teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang," sambung Prasetyo.

 

Jadi Perhatian Presiden

Sementara itu, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan bahwa dirinya bersama Menteri Haji diminta menyampaikan laporan lengkap mengenai pelaksanaan haji 2026. Menurutnya, Presiden ingin mengetahui berbagai hal yang perlu dibenahi agar kualitas pelayanan haji bagi jemaah Indonesia semakin baik.

"Memang kan perhatian presiden terhadap impian seluruh umat Islam di Indonesia terkait hajinya yang pelayanannya prima itu adalah bagian penting," tutur Dahnil.

"Jadi, beliau ingin melihat dan mendengar perbaikan-perbaikan terkait dengan pelaksanaan haji selama ini," sambungnya.

Dahnil mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 20 poin evaluasi dan perbaikan untuk disampaikan kepada Presiden. Seluruh rekomendasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan lancar.

"Semuanya semuanya. Yang jelas Pak Prabowo ingin memfasilitasi mimpi umat Islam yaitu berhaji agar bisa berjalan dengan baik. Itu catatan pentingnya," pungkas Dahnil.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6