Liputan6.com, Jakarta - Teras yang terlalu terbuka terkadang membuat area depan rumah terasa kurang nyaman, terutama jika posisinya langsung menghadap jalan, rumah tetangga, atau area yang sering dilalui orang, tetapi menambahkan pagar atau dinding baru bukan satu-satunya solusi karena tanaman dalam pot yang tinggi dan rimbun dapat digunakan untuk memecah pandangan sekaligus membuat tampilan rumah terasa lebih hidup.
Menariknya, tanaman yang digunakan sebagai pembatas tidak harus membuat bagian depan rumah terlihat seperti dipenuhi semak karena ada sejumlah jenis tanaman dengan bentuk daun, batang, dan pola pertumbuhan yang dekoratif sehingga justru dapat menjadi elemen penting dalam desain fasad, baik untuk rumah minimalis, tropis, Japandi, maupun hunian sederhana. Berikut Liputan6 telah rangkum dari berbagai sumber beberapa jenis tanaman yang cocok sebagai pembatas, Jumat (18/9).
1. Strelitzia Nicolai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352107/original/089750600_1789728634-fe1d7ab6-d20c-494f-98ea-01937b887bbf.jpg)
Strelitzia nicolai menjadi salah satu tanaman dalam pot yang menarik digunakan untuk membatasi pandangan ke teras karena memiliki daun berukuran besar, tegak, dan berbentuk menyerupai daun pisang, sehingga kehadirannya langsung memberikan bidang hijau yang cukup luas tanpa harus menempatkan terlalu banyak tanaman dalam satu area.
Selain memberikan privasi, bentuk Strelitzia yang dramatis dapat membuat teras sederhana terlihat jauh lebih menarik karena tanaman ini memiliki karakter arsitektural yang kuat, terutama ketika dipadukan dengan pot besar berwarna netral, dinding putih, elemen kayu, atau lantai dengan warna alami yang banyak digunakan pada rumah bergaya minimalis dan modern tropical.
Agar tampilannya tetap proporsional, Strelitzia sebaiknya ditempatkan pada sudut atau sisi teras yang memang menjadi arah utama datangnya pandangan dari luar, sementara daun yang rusak atau mengering dapat dipangkas secara berkala agar bentuk tanaman tetap rapi karena jenis Strelitzia berukuran besar pada akhirnya membutuhkan ruang yang cukup untuk berkembang.
Advertisement
2. Palem Kuning
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352108/original/044120200_1789728693-a5ceb7b7-6ae0-41af-a347-b99be3888421.jpg)
Palem kuning atau areca palm cocok digunakan ketika pemilik rumah ingin mendapatkan pembatas yang terlihat lebih lembut dan alami karena tanaman ini tumbuh dalam rumpun dengan banyak batang serta memiliki helaian daun panjang yang menyebar, sehingga mampu mengisi ruang vertikal sekaligus menciptakan lapisan hijau di depan teras.
Kesan yang diberikan palem kuning berbeda dari tanaman pagar yang dipangkas kaku karena susunan daunnya membuat area depan rumah terlihat lebih santai dan tropis, bahkan beberapa pot besar yang ditempatkan berjajar dapat memberi nuansa seperti vila atau taman resort tanpa harus melakukan perubahan permanen pada struktur halaman dan teras.
Untuk mendapatkan tampilan yang lebih rapi, pilih tanaman dengan rumpun yang cukup padat dan gunakan pot berukuran besar dengan desain seragam, kemudian atur jarak antarpot agar tajuk tanaman saling mengisi tetapi tidak terlalu berdesakan sehingga setiap palem masih memperoleh cahaya dan sirkulasi udara yang memadai untuk mempertahankan penampilan daunnya.
3. Palem Waregu atau Rhapis Palm
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352109/original/085638100_1789728703-d341f96a-f84f-4cff-a36c-b8437dbfa8e6.jpg)
Palem waregu atau Rhapis palm bisa dipilih jika ingin mendapatkan efek pembatas hijau yang terlihat lebih teratur karena tanaman ini memiliki batang ramping yang tumbuh berkelompok dengan daun berbentuk kipas, sehingga siluetnya terasa dekoratif sekaligus mampu memberikan kepadatan visual pada sisi teras yang berhadapan langsung dengan area luar.
Dibandingkan sejumlah palem tropis lainnya, bentuk Rhapis cenderung memberikan kesan lebih elegan dan tenang sehingga mudah dipadukan dengan rumah bergaya Japandi, minimalis, hingga kontemporer, terutama jika tanaman ditempatkan dalam pot tinggi dengan warna putih, abu-abu, hitam, atau warna tanah yang tidak bersaing dengan tekstur alami dedaunannya.
Rhapis juga menarik digunakan pada teras semi-tertutup karena bentuk tajuknya tetap memberikan kesan penuh tanpa harus terlihat terlalu liar, sementara beberapa pot dapat ditata secara berulang di satu sisi untuk menciptakan ritme visual yang rapi sekaligus mengurangi pandangan langsung menuju kursi, pintu, atau jendela yang berada di dalam area teras.
Advertisement
4. Podocarpus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352110/original/033677900_1789728712-22a89bbe-9240-4b9d-937d-32ff57a6b776.jpg)
Podocarpus merupakan pilihan yang menarik bagi pemilik rumah yang menginginkan pembatas tanaman dengan karakter lebih formal karena pertumbuhannya dapat diarahkan dan dipangkas sehingga membentuk kolom atau semak vertikal yang rapi, membuatnya mudah digunakan sebagai semacam pagar hijau dalam pot di sepanjang batas teras.
Daunnya yang relatif kecil dan rapat menghasilkan tekstur visual yang berbeda dari Strelitzia atau palem, sehingga Podocarpus sangat sesuai untuk fasad yang mengutamakan garis bersih dan komposisi geometris, terlebih tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai screen, hedge, maupun tanaman dalam container atau planter jika pemeliharaannya disesuaikan dengan ukuran tanaman.
Efek estetikanya akan semakin kuat jika beberapa Podocarpus dengan tinggi hampir sama ditanam dalam pot identik lalu diletakkan berjajar, karena susunan tersebut mampu menciptakan pembatas yang terasa menyatu dengan arsitektur rumah, sementara pemangkasan berkala membantu menjaga ukuran, kepadatan daun, serta bentuk keseluruhannya agar tidak terlihat berantakan.
5. Bambu Rumpun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352111/original/077633400_1789728721-1a7cad83-f3e0-4bc2-8887-232003f8b47b.jpg)
Bambu rumpun menjadi pilihan yang sangat menarik untuk teras dengan ruang horizontal terbatas karena karakter pertumbuhannya yang tinggi dan tegak mampu membentuk pembatas vertikal tanpa memerlukan bidang tanam yang terlalu lebar, sementara batang dan daun bambu memberikan tekstur yang berbeda dibandingkan tanaman semak pada umumnya.
Dari sisi estetika, deretan bambu dalam planter atau pot besar dapat menciptakan suasana tenang yang cocok untuk rumah bergaya tropis, kontemporer, maupun bernuansa Jepang, sedangkan gerakan daun dan batang ketika terkena angin membuat pembatas terasa lebih ringan daripada tembok atau kisi-kisi padat meskipun tetap membantu mengganggu garis pandang dari luar.
Untuk penanaman dalam pot, jenis yang tumbuh merumpun lebih praktis dibandingkan bambu bertipe menyebar karena pertumbuhannya lebih mudah dikendalikan, tetapi ukuran wadah tetap perlu diperhatikan sebab bambu membutuhkan ruang akar, air yang cukup, serta pemindahan ke wadah lebih besar atau pembagian rumpun setelah tanaman berkembang semakin padat.
Advertisement
6. Heliconia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352112/original/075905600_1789728730-e787ac08-cf29-4d89-a465-3b7d6a5cac2f.jpg)
Heliconia cocok dipilih jika tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan privasi tetapi juga membuat halaman depan terasa lebih tropis karena tanaman ini memiliki daun panjang dan lebar dengan pola pertumbuhan tegak, sehingga beberapa rumpun yang ditempatkan dalam pot besar dapat menciptakan lapisan hijau yang cukup dominan di sisi teras.
Keunggulan estetikanya semakin terasa pada jenis Heliconia yang menghasilkan bunga atau braktea berwarna mencolok karena bagian tersebut dapat menjadi focal point di antara dominasi warna hijau, membuat teras terlihat seperti taman tropis yang dirancang dengan sengaja daripada sekadar menempatkan tanaman tinggi untuk menutupi pandangan orang dari luar.
Beberapa jenis Heliconia dapat tumbuh dengan baik dalam wadah, sehingga tanaman ini dapat digunakan pada patio atau teras selama ukuran pot memadai dan media tetap lembap tetapi tidak dibiarkan bermasalah dengan genangan, sementara penempatan pada area yang memperoleh cahaya sesuai kebutuhan varietasnya membantu mempertahankan bentuk daun dan pertumbuhannya.
7. Kembang Sepatu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352113/original/027096100_1789728739-6dd7b7bc-61bb-430f-975c-2ee3f4ddbcd1.jpg)
Kembang sepatu dapat menjadi alternatif jika ingin membuat pembatas pandangan yang lebih berwarna karena tanaman ini mampu membentuk semak bercabang dengan daun yang cukup rimbun sekaligus menghasilkan bunga berukuran besar, sehingga keberadaannya mempunyai dua fungsi sekaligus sebagai pelindung visual dan elemen dekoratif pada tampilan depan rumah.
Berbeda dengan tanaman yang hanya mengandalkan daun, bunga kembang sepatu dapat memberikan titik warna yang langsung menarik perhatian sehingga tanaman cocok digunakan untuk menghidupkan teras dengan warna dinding netral, terutama apabila warna pot dibuat sederhana agar bunga tetap menjadi elemen paling menonjol dalam komposisi taman depan rumah.
Supaya lebih efektif menjadi pembatas, kembang sepatu perlu diarahkan menjadi tanaman yang cukup bercabang melalui pemangkasan sehingga bagian tengah tidak terlalu kosong, sedangkan penggunaan beberapa pot dengan ukuran dan bentuk seragam dapat menghasilkan deretan tanaman yang lebih konsisten sekaligus memudahkan pemilik rumah mengubah susunannya ketika ingin memperbarui tampilan teras.
Advertisement
8. Schefflera atau Walisongo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352114/original/089977300_1789728750-954c9ff4-1e52-4b1b-b11e-07b875330aed.jpg)
Schefflera atau yang sering disebut walisongo memiliki bentuk daun menjari yang dekoratif dan tajuk yang dapat menjadi cukup rimbun, sehingga tanaman ini layak digunakan untuk mengurangi pandangan ke teras apabila pemilik rumah menginginkan pembatas yang bentuknya tidak terlalu tinggi atau kaku seperti pagar tanaman formal.
Tanaman ini memiliki karakter visual yang fleksibel karena dapat digunakan pada rumah bernuansa tropis maupun minimalis, sementara bentuk daunnya mampu memberikan tekstur yang menarik ketika dipadukan dengan material seperti kayu, batu alam, beton, ataupun furnitur rotan, sehingga walisongo tetap memberi nilai dekoratif meskipun fungsi utamanya adalah mengisi bagian teras yang terbuka.
Walisongo juga dapat dibentuk melalui pemangkasan untuk mempertahankan ukuran dan kepadatan tajuk, bahkan tanaman dapat diarahkan menyerupai semak atau pohon kecil sesuai kebutuhan desain, sehingga pemilik rumah mempunyai keleluasaan untuk mengatur seberapa banyak bagian teras yang ingin ditutup tanpa membuat area depan terasa terlalu penuh dengan tanaman.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman dalam Pot untuk Membatasi Pandangan ke Teras
1. Tanaman apa yang cocok untuk menutup pandangan ke teras?
Tanaman tinggi dan rimbun seperti Strelitzia, palem kuning, Podocarpus, bambu rumpun, dan Rhapis dapat digunakan untuk membantu membatasi pandangan sekaligus memberikan elemen hijau pada bagian depan rumah.
2. Apakah tanaman pembatas bisa ditanam di dalam pot?
Bisa. Pilih pot berukuran cukup besar dengan lubang drainase yang baik agar akar memiliki ruang untuk berkembang dan tanaman tidak mudah mengalami masalah akibat media yang terlalu basah atau terlalu cepat kering.
3. Tanaman apa yang cocok untuk teras sempit?
Bambu rumpun, Podocarpus, dan Rhapis dapat dipertimbangkan untuk teras sempit karena bentuknya cenderung tumbuh vertikal sehingga mampu memberikan pembatas visual tanpa mengambil terlalu banyak ruang horizontal.
4. Bagaimana menata tanaman pot agar teras lebih privat?
Letakkan tanaman berjajar pada sisi yang paling banyak menerima pandangan dari jalan atau rumah tetangga, tetapi tetap berikan jarak yang cukup agar tajuk tanaman dapat berkembang dan sirkulasi udara tidak terhambat.
5. Apakah tanaman tinggi dalam pot perlu sering dipangkas?
Pemangkasan tetap diperlukan pada sejumlah jenis tanaman untuk membuang daun atau cabang yang rusak, mengendalikan ukuran, mempertahankan bentuk, dan menjaga tajuk tetap padat serta terlihat rapi sebagai bagian dari desain teras.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629728/original/027803900_1778227032-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352115/original/099847000_1789728786-8f7ac90a-9093-42ce-b7e4-d7dcbf016b4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567822/original/032235000_1777340869-Gemini_Generated_Image_mspfwbmspfwbmspf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351664/original/080547700_1789709463-6a3404f6-6d76-48fe-9e6a-90d53bacda3c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289620/original/052753600_1783410583-Kombinasi_Tanaman_Hias_dalam_Pot_yang_Cocok_untuk_Teras_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326489/original/019069500_1787026235-eyLb6PVwPHb0FqhcyjIin0ZDz39MBXU09N4A2df6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351964/original/074219900_1789721136-Gemini_Generated_Image_d1hr0ed1hr0ed1hr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351780/original/053286700_1789714677-Gemini_Generated_Image_bvg371bvg371bvg3.jpg)