Kronologi Penemuan Jenazah Jemaah Haji Indonesia yang Sempat Hilang 7 Hari di Mekkah

Jemaah haji Indonesia itu sudah hilang sejak Jumat 15 Mei 2026 di Makkah dan ditemukan meninggal setelah aparat setempat melakukan patroli.

Diterbitkan 23 Mei 2026, 00:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengungkap kronologi penemuan jemaah haji Indonesia asal kloter JKG 27 Muhammad Firdaus Ahlan, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah pada Jumat 15 Mei 2026.

Jemaah lanjut usia itu ditemukan pada Jumat dini hari (22/5/2026) waktu Arab Saudi, setelah aparat setempat melakukan patroli di kawasan perbukitan sekitar pemondokan jemaah.

Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Muftiono mengatakan pada tim Media Center Haji di Makkah, pihak kepolisian Arab Saudi menemukan mendiang Firdaus sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Tentara Saudi menemukan Firdaus di kawasan Jabal Kuday yang berada tidak jauh dari lokasi pemondokan jemaah haji Indonesia. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 2,5 kilometer dari hotel tempat tinggalnya di Makkah.

Sebelumnya, PPIH Arab Saudi bersama petugas sektor, kloter, dan otoritas Arab Saudi melakukan pencarian terhadap Mohamad Firdaus setelah jemaah berusia 72 tahun itu dilaporkan terpisah dari rombongan.

Tim pencari menyisir sejumlah lokasi yang biasa dilalui jemaah, termasuk area sekitar hotel dan jalur menuju tempat ibadah.

PPIH Arab Saudi kemudian mengonfirmasi Firdaus ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita pada keluarga almarhum dan memastikan pelaksanaan badal haji oleh petugas haji Indonesia.

Kasus ini juga menjadi perhatian bagi petugas haji untuk meningkatkan pengawasan terhadap jemaah lanjut usia.

PPIH Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah dan pendamping agar saling memperhatikan, terutama terhadap lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus agar tidak berjalan sendirian di area Tanah Suci.

 

Kabar Duka, Jemaah Haji Indonesia yang Sempat Hilang Ditemukan Wafat di Makkah

Sebelumnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menemukan jemaah haji Indonesia atas nama Muhammad Firdaus Ahlan dalam kondisi wafat setelah proses pencarian yang melibatkan tim gabungan petugas yang berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi.

Jemaah berusia 73 tahun itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 27. PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Firdaus.

"Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Koordinator Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Hasan Afandi, saat jumpa pers di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Petugas haji juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat selama proses pencarian berlangsung, mulai dari keluarga almarhum, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit setempat, hingga petugas haji di lapangan dan masyarakat Indonesia yang turut mendoakan.

Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi memastikan akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Badal haji tersebut akan dilaksanakan oleh petugas haji Indonesia.

 

Ingatkan Saling Tingkatkan Kepedulian

PPIH Arab Saudi mengingatkan seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian selama berada di Tanah Suci. Petugas meminta jemaah segera membantu bila menemukan jemaah lain yang berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

"Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter," kata Hasan.

PPIH juga meminta jemaah tidak membiarkan lansia, penyandang disabilitas, perempuan, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu berjalan sendiri tanpa pendampingan.

"Kepedulian antarsesama jemaah penting untuk mengurangi risiko tersesat atau terpisah dari rombongan," jelas Hasan.

Petugas menegaskan layanan haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6