Update Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur jadi 15 Orang

Sementara itu, 80-an orang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Diterbitkan 28 April 2026, 14:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Korban tewas kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo bertambah jadi 15 orang.
  • Pemerintah melalui KAI bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan korban.
  • Evaluasi keselamatan dan pembangunan flyover akan dilakukan untuk pencegahan.

Liputan6.com, Jakarta - Korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL Commuter Line vs KA Argo Bromo bertambah satu menjadi 15 orang. Data terbaru itu diungkap Kepala Badan Pengelola Investasi, Danantara Rosan Roeslani saat menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. “Kita ketahui ada korban, baik yang sudah meninggal itu 15 orang. Dan korban yang tadi saya sampaikan yang masuk ke rumah sakit itu ada 88, yang di mana 28 orang sudah keluar dari rumah sakit,” kata Rosan.

Atas insiden ini, ia menyampaikan keprihatinan mendalam. Menurut Rosan, pemerintah melalui operator perkeretaapian akan bertanggung jawab penuh terhadap para korban.

"Tentunya pemerintah, dalam hal ini KAI akan bertanggung jawab penuh atas baik itu biaya pada saat ini, biaya kesehatan, kemudian biaya-biaya lainnya yang menyangkut yang ditimbulkan oleh kecelakaan ini," jelas Rosan.

 

Penanganan Korban Sangat Baik

Dia berujar telah bertemu langsung dengan para korban untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Pemerintah, lanjut dia, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian bersama kementerian dan lembaga terkait.

"Kami juga akan mengevaluasi secara keseluruhan dan juga melakukan asesmen terhadap kereta api Indonesia ini bersama-sama tentunya dengan kementerian terkait, dengan badan terkait, untuk memastikan bahwa keselamatan itu adalah menjadi prioritas paling utama," ucapnya.

Terkait langkah pencegahan ke depan, Rosan menyinggung rencana pembangunan flyover yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan proyek tersebut akan segera direalisasikan guna mencegah kecelakaan serupa terulang.

“Dan ini adalah langkah-langkah yang cepat dari Bapak Presiden untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak pernah akan dan boleh terulang lagi,” tutur Rosan.

88 Orang Masih Dirawat

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga membenarkan data korban meninggal dunia sampai 13.00 WIB berjumlah 15 orang. 

“Dan update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia,” katanya di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

AHY mengatakan, masih ada 88 orang lainnya yang kini menerima penanganan medis untuk perawatan. Termasuk tiga orang yang terjepit saat proses evakuasi.

Semua penanganan medis diberikan secara maksimal, kata AHY, jelas tujuannya untuk menyelamatkan para korban.

“88 orang yang masih dirawat, termssik ada 3 yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

     

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6