Cerita Pilu dari Atas Jalur Kereta Jurangmangu

Kasus siswi tertemper kereta di Stasiun Jurangmangu masih menjadi misteri.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 05:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Siswi 14 tahun tewas tertabrak kereta di Stasiun Jurangmangu.
  • Korban AP jatuh ke jalur kereta saat menunggu di peron.
  • Polisi selidiki penyebab insiden, belum ada kesimpulan pasti.

Liputan6.com, Jakarta - Senja Senin menjadi saksi ketika AP bersama temannya meninggalkan sekolah selepas jam pelajaran. Langkah keduanya sama, menuju Stasiun Jurangmangu Tangerang Selatan.

Siswi usia 14 tahun itu berjalan setapak demi setapak. Melewati jalan yang sudah biasa dilalui. Matahari semakin condong ke barat, membuat terik tidak lagi menyiksa.

Irama langkah kaki keduanya terhenti ketika sampai di stasiun. Pintu masuk memisahkan keduanya. AP semakin masuk ke dalam stasiun. Sedangkan temannya, menunggu kereta di lokasi berbeda.

AP berjalan sendirian menyusuri peron. Jam dinding menunjukkan pukul lima kurang seperempat. Waktu di mana kesibukan moda transportasi umum.

Di kejauhan terlihat kereta listrik dari Stasiun Tanah Abang datang. Laju ular besi itu mulai melambat manakala jarak ke Stasiun Jurangmangu semakin dekat.

Tidak ada yang aneh dengan semua itu, hingga peristiwa pilu datang. AP tiba-tiba jatuh ke jalur kereta. Dan secepat kilat, tubuhnya tertemper kereta.

Suasana panik pecah. Ratusan pasang mata tertuju pada satu arah. Petugas bergegas datang. Tubuh AP tidak bergerak. Luka di kepala menjadi akhirnya dari perjalanannya.

Polisi menyelidiki peristiwa ini. teman AP juga diperiksa guna mendapatkan satu kesimpulan, apakah peristiwa ini murni kecelakaan atau ada faktor lain.

"Tunggu dulu, kita lakukan proses penyelidikan, untuk mengetahui penyebab seperti apa," kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, Selasa (11/8/2026).

Selain memeriksa saksi, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban, serta mengamankan sejumlah barang milik korban untuk kepentingan penyelidikan.

"Lagi dalam proses. Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6