Update Kasus 4 Pekerja Tewas di TB Simatupang: Mandor dan Pemilik Gedung Bakal Diperiksa

Polisi masih mendalami dugaan kelalaian dalam kasus tewasnya empat pekerja proyek di TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Diterbitkan 07 April 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi mendalami dugaan kelalaian tewasnya 4 pekerja proyek di TB Simatupang.
  • Empat pekerja tewas karena sesak napas setelah terjatuh di lubang penampungan air.
  • Pemilik gedung dan mandor akan diperiksa terkait perintah kerja dan kelalaian.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi masih mendalami dugaan kelalaian dalam kasus tewasnya empat pekerja proyek di TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sejumlah pihak terkait pun akan menjalani pemeriksaan pada pekan ini.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, pihaknya memang telah menjadwalkan pemeriksaan dalam waktu dekat. Hal ini demi mengusut kemungkinan adanya unsur pidana di balik kematian para korban.

“Segera dijadwalkan,” kata Nurma dalam keteranganya, Selasa (7/4/2026).

Pemeriksaan nantinya akan menyasar kepada pemilik gedung. Tidak hanya itu, mandor yang diduga memberikan perintah kerja proyek di lokasi juga akan ikut dipanggil.

“Mandornya juga,” ujarnya.

Nurma mengatakan, pemeriksaan ini berkaitan langsung dengan dugaan kelalaian yang menyebabkan empat pekerja tewas di lokasi proyek.

“Ya (dalami dugaan kelalaian),” ucap dia.

Penyebab Kematian 4 Pekerja

Polisi mengungkap penyebab kematian empat pekerja bangunan tewas di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Identitas korban meninggal adalah Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhamad Fauzi (19).

"Penyebab empat pekerja tewas karena sesak napas," tutur Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (7/4/2026), seperti dilansir dari Antara.

Menurut Nurma mengatakan, para korban memang terjatuh, namun tidak ada luka. Dari hasil pemeriksaan jenazah disimpulkan bahwa keempatnya terjatuh karena sesak napas.

Polsek Jagakarsa juga masih mendalami jenis gas yang dihirup oleh para korban. 

"Mereka terjatuh dan sesak napas karena saling menolong yang lain," jelas dia.

Adapun tiga korban lainnya yang sesak napas dan dirawat di RS Polri kini dipastikan sudah membaik.

"Kondisi tiga korban sudah membaik," Nurma menandaskan.

 

Tewas di Lubang Penampungan Air

Sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat, 3 April 2026.

Empat pekerja ditemukan tewas di dalam lubang penampungan air. Sedangkan, tiga pekerja lainnya selamat setelah sempat mengalami sesak napas.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menerangkan, pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi. Hasil penyelidikan terungkap bahwa kejadian bermula saat para pekerja diperintahkan mandor untuk menguras gelonteng. Kala itu, ada satu orang yang terjatuh saat membuka penutup.

"Dan sempat ditolong oleh rekan kerjanya tapi tidak menggunakan perlengkapan safety", kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat malam.

Upaya menolong berubah petaka. Rekan kerja yang berusaha menolong justru ikut jatuh ke dalam lubang sedalam sekitar tiga meter itu.

"Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas dan engap di sekitar gelonteng," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6