Top 3: Ancaman PHK di Depan Mata

Artikel mengenai ancaman PHK ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com.

Diterbitkan 29 Juni 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah bersama serikat buruh terus memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk menekan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), memastikan hak-hak pekerja yang terkena PHK terpenuhi, meningkatkan perlindungan bagi pekerja alih daya, serta mengusulkan penghapusan pajak atas manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan perlambatan ekonomi global, melemahnya daya beli masyarakat, tingginya harga gas industri akibat konflik geopolitik, hingga relokasi produksi perusahaan multinasional menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan risiko PHK di berbagai sektor.

Artikel mengenai ancaman PHK ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin (29/6/2026):

1. Said Iqbal: Ancaman PHK di Depan Mata

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan pemerintah bersama serikat buruh terus memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk menekan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), memastikan hak-hak pekerja yang terkena PHK terpenuhi, meningkatkan perlindungan bagi pekerja alih daya, serta mengusulkan penghapusan pajak atas manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Said Iqbal menjelaskan perlambatan ekonomi global, melemahnya daya beli masyarakat, tingginya harga gas industri akibat konflik geopolitik, hingga relokasi produksi perusahaan multinasional menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan risiko PHK di berbagai sektor.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Harga Emas Antam Hari Ini Mulai 0,5 Gram hingga 1 Kg

 Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Minggu (28/6/2026) tak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan kemarin, harga emas antam naik Rp 5.000.

Mengutip laman Logam Mulia, harga emas antam hari ini masih dipatok Rp 2.660.000 per gram.

Harga buyback emas Antam juga tak bergerak. Harga buyback emas Antam hari ini masih dipatok Rp 2.378.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang berlaku jika pemilik emas menjual kembali emasnya kepada Antam. Dengan demikian, Antam akan membeli emas tersebut seharga Rp 2.378.000 per gram.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. BUMN Mulai Cetak Laba, Prabowo: Terima Kasih Danantara

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi badan usaha milik negara (BUMN) mulai membaik setelah dilakukan berbagai langkah pembenahan. Hal itu disampaikannya saat menanggapi usulan agar sebagian laba BUMN dialokasikan untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi.

Dalam forum tersebut, Prabowo mengatakan usulan pemanfaatan laba BUMN untuk riset merupakan gagasan yang baik. Namun, menurutnya, hal pertama yang harus dipastikan adalah perusahaan negara mampu menghasilkan keuntungan.

"Tadi juga usul biaya riset. Diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi. Ini bagus, usul. Masalahnya BUMN ini ada labanya nggak?," ujar Prabowo dalam Penutupan Sarasehan Kebangsaan, Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026, Minggu (28/6/2026).

Baca artikel selengkapnya di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6