Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan BEI tidak menghitung potensi outflow akibat rebalancing MSCI Agustus 2026. Jeffrey menilai arus dana keluar dan masuk merupakan dinamika normal yang sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar.
Jeffrey mengatakan, rebalancing MSCI merupakan agenda reguler yang dilakukan terhadap bursa di berbagai negara sehingga investor perlu menyesuaikan portofolionya berdasarkan perubahan indeks.
"Kalau outflow dan inflow itu sesuatu yang wajar terjadi di pasar. Kami selalu menyerahkan seluruhnya kepada mekanisme di pasar,” ujar Jeffrey di Bursa Efek Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Advertisement
Jeffrey menegaskan BEI tidak memiliki perhitungan mengenai besaran potensi outflow dari rebalancing tersebut, meskipun sejumlah analis memperkirakan arus dana keluar dapat mencapai sekitar US$200 juta-US$300 juta.
Menurut Jeffrey, investor yang terdampak perubahan indeks akan melakukan rebalancing sesuai kebutuhan investasinya. BEI tidak akan melakukan intervensi terhadap keputusan investasi tersebut.
Jeffrey berharap pasar modal Indonesia dapat segera pulih setelah menghadapi tekanan akibat berbagai sentimen eksternal dan domestik. Ia menilai pemulihan pasar akan sangat bergantung pada kondisi makroekonomi dan perkembangan geopolitik.
“Tentu harapan kita demikian. Kalau kondisi makronya yang kita harapkan bisa segera kondusif kembali, apa yang terjadi di Timur Tengah bisa kondusif,” kata Jeffrey.
Jeffrey mengatakan kondisi ekonomi domestik juga relatif stabil, terutama dari sisi pertumbuhan dan indikator makroekonomi yang menjadi perhatian pasar. BEI bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait juga terus mencari langkah untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian investor.
“Kita harapkan ke depannya pasar kita akan pulih,” ujar Jeffrey.
Rebalancing MSCI Agustus 2026: 2 Saham Indonesia Keluar Global Standard Index
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil rebalancing MSCI Global Standard Indexes untuk periode Agustus 2026. Dalam evaluasi terbaru tersebut, dua saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Indonesia Index, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Melansir situs resmi MSCI, Rabu (13/8/2026), seluruh perubahan hasil review akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Pada ringkasan perubahan per negara di kawasan Asia Pasifik, MSCI mencatat bahwa Indonesia tidak memperoleh tambahan saham baru dan mengalami dua penghapusan saham dari kelompok MSCI Global Standard Indexes.
Keluarnya suatu saham dari indeks MSCI berpotensi memicu penyesuaian portofolio oleh dana pasif yang mengikuti komposisi indeks tersebut. Karena itu, saham GOTO dan CPIN diperkirakan akan menjadi perhatian investor menjelang tanggal efektif implementasi pada akhir Agustus 2026.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842263/original/039942900_1716616217-Gorengan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297900/original/053727000_1784110332-IMG-20260715-WA0019.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672541/original/019976600_1782712122-Direktur_Utama_BEI_periode_2026-2030_Jeffrey_Hendrik-29_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)