Liputan6.com, Jakarta - Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah merilis hasil tinjauan indeks periode Agustus 2026 pada Rabu, 12 Agustus 2026 waktu setempat (Kamis pagi Jakarta). Sebelum pengumuman MSCI itu, investor asing melakukan aksi beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengutip data BEI, Kamis (13/8/2026), investor asing melakukan aksi beli saham mencapai Rp 725,21 miliar pada Rabu kemarin. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, aksi beli saham pekan ini oleh investor asing juga terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026 yang mencapai Rp 829,69 miliar. Akan tetapi, pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026 terjadi aksi jual oleh asing mencapai Rp 687,84 miliar. Adapun sepanjang 2026, aksi jual investor asing sudah mencapai Rp 70,42 triliun.
Seiring aksi beli saham oleh asing membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat signifikan pada Rabu kemarin. Tercatat IHSG melonjak 1,69% menjadi 6.373,84. Pada perdagangan kemarin, IHSG berada di level tertinggi 6.373,84 dan level terendah 6.272,30.
Advertisement
Di tengah lonjakan IHSG, kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 11.174 triliun.
Dari sisi sektor saham, hanya sektor saham transportasi dan logistik turun 0,16%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur mencatat kenaikan terbesar mencapai 4,74%. Sektor saham energi melompat 3,35%, sektor saham basic materials mendaki 2,34%, sektor saham industri melonjak 1,01%.
Lalu sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,52%, sektor saham consumer siklikal melejit 1,54%, sektor saham perawatan kesehatan naik 0,07%, sektor saham keuangan bertambah 0,59%. Lalu sektor saham properti dan real estate melesat 0,29%, sektor saham teknologi naik 2,21%.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, hasil MSCI Agustus 2026 lebih mencerminkan persoalan bersifat stock-specific ketimbang ancaman langsung terhadap kinerja IHSG secara agregat.
Dampak ke IHSG Terbatas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
Ia menuturkan, penghapusan sejumlah saham dari MSCI Global Standard memang berpotensi memicu forced selling dari investor pasif, tetapi dampaknya terhadap IHSG secara keseluruhan diperkirakan relatif terbatas.
“Selain itu, sebagian tekanan tersebut kemungkinan telah diantisipasi oleh pelaku pasar sebelum effective date rebalancing,” kata Nafan.
Meski demikian, ia menuturkan, perhatian investor sebaiknya tidak hanya tertuju pada dampak jangka pendek terhadap indeks. Pesan struktural dari hasil review MSCI justru menjadi perhatian yang lebih penting.
“Tidak adanya satu pun saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard, sementara dua saham mengalami penghapusan, mengindikasikan investable universe Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dari perspektif investor global,” kata dia.
Advertisement
Bobot Indonesia di MSCI Mulai Menunjukkan Stabilisasi
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
Nafan menuturkan, kondisi tersebut menunjukkan, persoalan terkait likuiditas, market accessibility, foreign ownership, serta kualitas dan transparansi struktur pasar masih menjadi faktor yang perlu diperbaiki.
“Namun, kondisi tersebut belum dapat diartikan sebagai indikasi bahwa investor asing telah kehilangan minat terhadap pasar Indonesia secara keseluruhan,” kata dia.
Nafan menuturkan, bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets mulai menunjukkan stabilisasi, sementara tekanan foreign outflow juga mulai menyempit dibandingkan periode sebelumnya. Dengan demikian, sentimen terhadap Indonesia masih bersifat selektif dan belum menunjukkan indikasi structural withdrawal secara menyeluruh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322343/original/021494700_1786525018-HOAX__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421572/original/065953500_1763950678-Foto_pendukung_GoTo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267162/original/045706800_1602658744-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771351/original/095342300_1710333128-20240313-IHSG-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4430073/original/042665900_1684234026-Hari_ini_IHSG_ditutup_melemah-ANGGA_1.jpg)