Ribuan Pekerja Terancam PHK, Ada Pabrik Bahan Baku Kertas hingga Otomotif

Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan sejumlah perusahaan yang akan mengurangi pekerja.

Diterbitkan 21 Juni 2026, 15:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat ada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan buruh. Perusahaan pengolah bahan baku kertas, produsen alas kaki sepatu, hingga komponen otomotif berpotensi mengurangi pekerja.

Presiden KSPI, Said Iqbal mengungkapkan, setidaknya ada potensi PHK dari empat perusahaan di Tanah Air. Keempatnya tersebar di Jawa, salah satunya ada pontensi PHK terhadap 2.500 karyawan PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin).

"Ditemukan ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di PHK, 2.500 pekerja akan di PHK. PT Pakerin ini bubur kayu untuk produksi kertas, perusahaan besar, raksasa dia, dia perusahaan raksasa di Mojokerto," kata Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026).

Sebabnya, simpanan modal kerja sekitar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun milik PT Pakerin tertahan karena operasional Bank Prima dihentikan. Iqbal bilang, modal kerja perusahaan tersendat karen belum kembalinya simpanan dana di bank perekonomian rakyat (BPR) Prima Master Bank.

"Bank Prima-nya dilikuidasi akibat operasional tidak sanggup lagi oleh OJK. Karena dia dilikuidasi makanya diambil alih oleh LPS, sengan demikian uang PT Pakerin, Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun itu diperkirakan, ya otomatis dibawah pengawasan OJK. Akibatnya apa? Ya produksi enggak bisa jalan, karena itu modal kerja yang berputar," beber Iqbal.

Ada dua opsi yang menurut dia bisa dijalankan. Yakni, mengembalikan dana untuk operasional perusahaan dan tidak PHK, atau mengalokasikan dana untuk membayar pesangon terhadap buruh jika dipilih PHK. Keduanya masih jadi bahan diskusi Said Iqbal.

 

Potensi PHK Pabrik Sepatu

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh ini mengungkap potensi lain PHK terhadap 4.000 buruh di PT Feng Tay Indonesia Enterprises di Kabupaten Bandung. Isu keterbatasan bahan baku hingga berkurangnya pesanan menjadi alasan potensi PHK tersebut.

"Karyawannya saya mau cek apakah 14.000 atau 17.000. Saya mau cek juga apakah benar ada 4.000 karyawan yang akan dirumahkan. Ini kalau dirumahkan, potensi PHK-nya besar," tegas dia.

Iqbal menerangkan, PT Feng Tay merupakan produsen sepatu untuk merek Nike. Belakangan, berembus kabar kalau pesanan Nike ke PT Feng Tay berhenti. Kabar lainnya, bahan baku sepatu terhambat imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Order berikut ini belum ada kepastian. Sehingga 4 ribu karyawan yang orderannya sudah selesai memproduksi sepatu Nike ini dirumahkan. Tapi ada juga informasi yang mengatakan ada keterlambatan bahan baku untuk membuat sepatu Nike-nya," jelas dia.

Dua Perusahaan Otomotif

Selain dua perusahaan tadi, Iqbal mengantongi lagi potensi PHK ribuan buruh di Jawa Timur dari dua perusahaan besar di sektor otomotif. Perusahaan yang terafiliasi dengan induknya di Jepang disebut akan mengalihkan sebagian produksinya ke Vietnam, serta merambah diversifikasi produk ke mobil listrik.

"Dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian, tidak semua, aebagian, ini baru diskusi awal, informasi awal, ini ribuan juga (potensi PHK)," ucap Iqbal.

Dia akan menyusun strategi untuk memitigasi adanya PHK di berbagai sektor industri Tanah Air. Lantaran, mandat Presiden Prabowo Subianto jelas, tidak ingin ada PHK.

"Pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo kan tidak ingin ada PHK. Beliau ingin rakyatnya bekerja. Yang sudah bekerja, dijaga supaya jangan ada PHK, yang belum bekerja, dibuka lapangan kerja dalam upaya-upaya pemerintah," ujar Iqbal.

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6