Dapat Investor Baru, Neta Bakal Lepas dari Kebangkrutan

Hozon New Energy, perusahaan induk dari Neta Auto bakal segera terlepas dari kebangkrutan

Diterbitkan 21 September 2026, 08:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hozon New Energy, perusahaan induk dari Neta Auto bakal segera terlepas dari kebangkrutan. Perusahaan asal China ini, dikabarkan akan diambil alih oleh perusahaan baru, Zhejiang Taiyi Shanglian Enterprise Management Partnership (Taiyi Shanglian).

Disitat dari Just Auto, perusahaan tersebut, baru dibentuk tahun ini, oleh Zhejiang Shanzi Holdings Company dan Zhejiang Shanzi Yuxu Technology Company.

Berdasarkan draf restrukturisasi yang disepakati, dalam pertemuan kreditor keempat pada 11 September 2026, Taiyi Shanglian siap menggelontorkan dana sebesar 3 miliar yuan, atau sekitar Rp 7,5 triliun untuk menguasai 70,6 persen saham Hozon.

Dari total dana restrukturisasi tersebut, sekitar 1,17 miliar yuan atau setara Rp 2,9 triliun akan digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan utang lama, termasuk pembayaran kepada kreditor, biaya kepailitan, dan pengeluaran lain selama proses restrukturisasi berlangsung.

Sementara itu, sisa dana sebesar 1,83 miliar yuan atau sekitar Rp 4,6 triliun akan menjadi modal kerja perusahaan, guna menghidupkan kembali produksi dan aktivitas penjualan.

Fokus awal perusahaan adalah memastikan operasional dapat kembali berjalan sebelum memperluas bisnis secara bertahap.

Dalam rancangan restrukturisasi tersebut, Hozon juga akan mengubah prioritas bisnisnya. Peralatan produksi untuk model SUV Neta L dan Neta X ditetapkan sebagai aset inti, yang akan dipertahankan.

Sedangkan fasilitas produksi sedan Neta S dan Neta GT masuk kategori aset non-inti yang dapat dijual jika diperlukan.

Rencana Pemulihan Bisnis Neta

Rencana pemulihan perusahaan dibagi menjadi tiga tahap. Pada fase pertama, Hozon menargetkan penjualan 10.000 unit dengan mengandalkan Neta X sebagai model utama.

Tahap berikutnya adalah meningkatkan kapasitas produksi hingga 300.000 unit per tahun, dan mengembangkan model untuk pasar negara berkembang.

Pada tahap akhir, perusahaan menargetkan menjadi produsen kendaraan listrik pintar berkelas global sekaligus mempersiapkan langkah menuju penawaran saham perdana (IPO) dengan nilai output tahunan mencapai 40 miliar yuan, atau sekitar Rp 100 triliun.

Langkah restrukturisasi ini diharapkan tidak hanya mengembalikan Hozon ke jalur pertumbuhan, tetapi juga memperbaiki rantai pasok serta menjaga layanan purna jual bagi sekitar 400.000 pemilik kendaraan Neta di berbagai negara.