Pelabuhan Perikanan Kejawanan Cirebon Bakal Genjot Sektor Kelautan Daerah

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara selesai tepat waktu.

Diterbitkan 21 September 2026, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Nindya Karya (Persero) memulai pembangunan fisik Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat, melalui groundbreaking pada Kamis, 17 September 2026. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur perikanan untuk memperkuat rantai pasok komoditas laut dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis maritim.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta Nindya Karya menjaga fokus pekerjaan agar pembangunan PPN Kejawanan dapat selesai sesuai target waktu.

“Saya titip ya Pak Firman, harus fokus karena proyek ini cukup serius. Saya berharap ini dapat selesai tepat waktu,” ujar Sakti Wahyu Trenggono dalam groundbreaking pembangunan PPN Kejawanan, dikutip Senin, (21/9/2026).

Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah mengatakan, proyek pengembangan PPN Kejawanan merupakan bagian dari program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I (IDN-1055) yang memperoleh dukungan pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB).

“Pemerintah mengembangkan proyek tersebut untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan dan mendukung rantai pasok komoditas perikanan,” ucapnya di Jakarta, Minggu, 20 September 2026.

Pengembangan PPN Kejawanan dapat memperkuat aktivitas usaha perikanan dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di sekitar Cirebon. Infrastruktur pelabuhan yang lebih terintegrasi juga dapat meningkatkan nilai tambah sektor kelautan dan perikanan di daerah.

Sebagai kontraktor pelaksana, Nindya Karya menjalankan pembangunan dengan menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja serta pengendalian kualitas pada setiap tahapan pekerjaan.

“Perusahaan juga menerapkan tata kelola proyek dan koordinasi pekerjaan untuk menjaga mutu pembangunan serta memenuhi target penyelesaian proyek,” jelasnya.

Tak Mau Bau, Menteri Trenggono Mulai Pugar Pelabuhan Perikanan Kejawanan

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memulai pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat. Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kelas pelabuhan perikanan di Tanah Air.

Trenggono mengatakan, PPN Kejawanan ditargetkan menjadi pelabuhan modern yang terintegrasi. Lokasi ini juga akan dipugar hingga bertaraf internasional.

"Mimpinya adalah sebuah pelabuhan perikanan yang modern, yang bagus, yang bersih, tidak berbau, betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata, tematik sesuai dengan karakter-karakter di daerah," kata Trenggono dalam Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Pengembangan pelabuhan modern ini didanai dari pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp 459 miliar. Adapun proses pembangunannya akan memakan waktu dua tahun dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2028 mendatang.

PT Nindya Karya (Persero) dan PT Sumber Teknik Konstruksi ditunjuk menjadi kontraktor pelaksana pembangunannya. Setelah selesai dan beroperasi penuh, skala ekonomi di PPN Kejawanan dibidik meningkat.

Daya tampung kapal PPN Kejawanan diproyeksikan meningkat dari 241 unit menjadi 500 unit. Produksi ikan juga diproyeksikan naik dari 5.600 ton per tahun menjadi 32.000 ton per tahun.

Pendapatan Meningkat, Kawasan Semakin Bersih

Sejalan dengan peningkatan aktivitas pelabuhan, penyerapan tenaga kerja diperkirakan meningkat dari 2.900 orang menjadi 8.000 orang. Kontribusi PNBP dari sumber daya alam (SDA) dan non-SDA juga diproyeksikan melonjak dari Rp 15 miliar menjadi Rp 53 miliar.

"Kita akan bangun sedemikian rupa. Ada nanti fasilitas-fasilitas industri juga yang tidak boleh sembarangan, karena akan dibangun juga IPAL yang bagus, sehingga tidak lagi bau," tegas dia.

"Kapal-kapal juga sedapat mungkin mesti dimodernisasi, sehingga tidak lagi kapal-kapal bentuknya seperti kapal yang jelek begitu. Mudah-mudahan perilaku para nelayannya juga nanti akan berubah menjadi yang terbaik," sambung Trenggono.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6