2 Jenazah Korban Helikopter Jatuh Diterbangkan ke Semarang dan Bandung

Helikopter TNI Angkatan Darat jatuh di perairan Kabupaten Seruyan saat misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng.

Diterbitkan 05 November 2026, 13:50 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kuala Pembuang - Dua jenazah korban helikopter jatuh di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, diberangkatkan dari Bandara Kuala Pembuang menuju Semarang. Helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat itu sebelumnya jatuh saat misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng. 

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memimpin langsung upacara pelepasan digelar di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Kamis (5/11/2026), yang antara lain dihadiri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan.

"Dibawa ke Semarang dan nanti dilanjutkan lagi satu jenazah dibawa ke Bandung, disemayamkan di Bandung ada keluarganya di Bandung. Satunya dimakamkan di Semarang. Karena itu semua permintaan keluarga," kata Pangdam Zainul.

Sebanyak dua prajurit TNI yang gugur dan dipulangkan menggunakan pesawat menuju Semarang tersebut, yakni Lettu CPN Nurhafiz Akbar Rizki Hartio dan Letkol CPN Dudi Firmansyah.

Prosesi pemakaman kedua prajurit TNI tersebut, juga direncanakan dihadiri pejabat tinggi TNI.

Untuk acara pemakaman di Bandung, Panglima TNI direncanakan menjadi inspektur, sedangkan di Semarang upacara pemakaman akan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Kronologi Singkat

Kecelakaan helikopter Mi 17V5 terjadi, Rabu (4/11), sekitar pukul 11.18 WIB. Kecelakaan bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang, pukul 09.55 WIB. Helikopter tersebut berangkat untuk menangani karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi pengeboman air, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh ke sungai.