Â
Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan ekonomi global dalam lima tahun terakhir mencetak rekor baru dalam akumulasi modal dan kekayaan pribadi. Meski dibayang-bayangi tantangan geopolitik, inflasi, serta dinamika suku bunga tinggi, pertumbuhan individu berpenghasilan sangat tinggi terus mengalami percepatan.
Keberadaan orang super kaya ini tidak lagi terpusat di pusat keuangan tradisional seperti Amerika Serikat dan Eropa, tetapi mulai meluas dan bertumbuh pesat di kawasan berkembang, khususnya Asia-Pasifik dan Timur Tengah.
Advertisement
Populasi super kaya (Ultra-High-Net-Worth Individuals/UHNWI) mencakup mereka yang memiliki kekayaan bersih minimal US$ 30 juta atau sekitar Rp 534,36 miliar lebih (asumsi kurs Rp 17.812,1 per US$). Kehadiran mereka membawa pengaruh signifikan terhadap lanskap investasi, properti mewah, hingga pasar modal global. Rata-rata puluhan orang baru setiap harinya berhasil melintasi ambang batas kekayaan fantastis ini.
Berikut 10 negara dengan populasi orang super kaya terbanyak tahun 2026 berdasarkan laporan Knight Frank Global Wealth Report 2026 dikutip Senin (21/9/2026):
Dipimpin Amerika Serikat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875214/original/065543800_1719381472-Miliarder_Vecstock.jpg)
1. Amerika Serikat (251.352 Orang)
Amerika Serikat (AS) terus mengukuhkan dominasinya yang tak tertandingi. Dengan 251.352 orang UHNWI pada tahun 2026, AS menyumbang sekitar 35% dari total populasi super kaya dunia. Pasar modal yang sangat likuid, sektor teknologi/AI yang agresif, serta ekosistem private equity yang matang menjadi mesin utama pencetak miliarder baru di Negeri Paman Sam.
2. China (121.677 Orang)
China bertahan kokoh di posisi kedua dengan 121.677 orang UHNWI. Meski pangsa pasarnya sedikit tertekan akibat penyesuaian pasar properti domestik dan tantangan makroekonomi, Tiongkok tetap menjadi salah satu kutub utama pertumbuhan kekayaan global yang ditopang sektor manufaktur canggih, teknologi, dan pasar modal domestik.
3. Jerman (38.215 Orang)
Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, Jerman menempati urutan ketiga dunia dengan 38.215 orang UHNWI. Keunggulan industri manufaktur skala global, kinerja ekspor, serta banyaknya bisnis keluarga skala menengah hingga besar (Mittelstand) menjadi fondasi utama ketahanan modal di Jerman.
4. Britania Raya (27.876 Orang)
Britania Raya mencatatkan populasi super kaya sebanyak 27.876 orang. Walau menghadapi penyesuaian kebijakan pajak (seperti reformasi status non-dom) dan dinamika pasca-Brexit, London dan sekitarnya tetap menjadi magnet utama pusat keuangan, hukum, dan gaya hidup internasional bagi para konglomerat dunia.
5. Prancis (21.518 Orang)
Prancis berada di peringkat kelima dunia dengan 21.518 individu UHNWI. Pertumbuhan kekayaan di Prancis banyak didorong oleh sektor barang mewah (luxury goods), fesyen tingkat tinggi, ritel global, serta daya tarik properti super-mewah di Paris dan kawasan pesisir French Riviera.
Advertisement
Dari Kawasan Asia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3596916/original/034110900_1633708611-Ilustrasi_Miliarder_atau_Orang_Terkaya_2.jpg)
6. India (19.877 Orang)
India menunjukkan lonjakan mengagumkan dengan populasi UHNWI mencapai 19.877 orang pada tahun 2026. Antara tahun 2021 hingga 2026, jumlah orang super kaya di India tumbuh pesat sebesar 63%. Transformasi digital, pertumbuhan ekonomi di atas 7%, lonjakan pasar saham, serta berkembangnya sektor industri dan startup menjadi pemicu utamanya.
7. Jepang (18.914 Orang)
Jepang menempati posisi ketujuh secara global dengan 18.914 orang UHNWI. Kebijakan suku bunga yang relatif stabil dan pemulihan sektor properti premium (seperti melonjaknya harga apartemen mewah di Tokyo) turut menopang nilai aset pribadi para konglomerat Jepang.
8. Swiss (17.682 Orang)
Swiss mencatatkan populasi UHNWI sebanyak 17.682 orang. Terkenal dengan stabilitas politik, kepastian hukum, mata uang safe-haven, serta sektor perbankan dan manajemen kekayaan kelas dunia, Swiss terus menarik individu ultra-kaya dari seluruh dunia untuk menetap dan mengelola aset mereka.
9. Australia (16.460 Orang)
Australia masuk dalam daftar 10 besar dunia dengan 16.460 individu super kaya. Didukung ketahanan ekonomi di sektor pertambangan, agribisnis, jasa keuangan, dan teknologi, Australia mencatatkan rasio UHNWI yang sangat tinggi, di mana hampir 1 dari setiap 1.000 penduduknya berkategori super kaya.
10. Italia (15.433 Orang)
Melengkapi posisi 10 besar dunia, Italia memiliki 15.433 orang UHNWI. Penerapan skema insentif flat-tax bagi warga asing yang pindah ke Italia terbukti sukses menarik modal dan individu super kaya ke kota-kota seperti Milan, Roma, dan kawasan Danau Como.
Peta sebaran orang super kaya dunia tahun 2026 menunjukkan kombinasi antara dominasi negara maju dan kebangkitan negara berkembang. Meski AS dan China masih memegang porsi terbesar secara akumulatif, pertumbuhan pesat di negara seperti India dan kawasan Asia-Pasifik menandai pergeseran fokus akumulasi modal global.
Ke depan, fleksibilitas modal, mobilitas antarnegara (ultra-mobility), serta strategi pengelolaan aset melalui family office akan semakin menentukan arah pengelolaan kekayaan global. Bagi investor, tren pergerakan populasi UHNWI ini memberikan gambaran strategis mengenai arah arus investasi, pasar properti, dan pertumbuhan ekonomi global di masa mendatang.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354030/original/018131800_1789992594-cek_fakta_KM_Virgo_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769936/original/006475700_1710237097-bank_papua_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141760/original/081875600_1740382803-IMG-20250224-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3596916/original/034110900_1633708611-Ilustrasi_Miliarder_atau_Orang_Terkaya_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875214/original/065543800_1719381472-Miliarder_Vecstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7636880/original/008140100_1780426248-Berkshire_Hathaway.jpeg)