Liputan6.com, Jakarta - Miliarder dunia umumnya identik dengan gaya hidup mewah, mulai dari memiliki kapal pesiar superyacht, rumah megah di tepi pantai, hingga deretan mobil mewah. Namun, tak sedikit dari mereka yang tetap memegang teguh kebiasaan hemat yang telah dipupuk sejak sebelum bergelimang harta.Â
Bill Ackman, pendiri Pershing Square Capital yang mengantongi kekayaan sebesar US$ 8,17 miliar atau sekitar Rp 148 triliun (kurs Rp 18.127 per US$), adalah salah satunya. Ia masih menerapkan filosofi keuangan keluarganya meski kini telah masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.
"Saya tidak suka membuang-buang uang," tutur Ackman kepada Wall Street Journal tahun lalu.
Advertisement
"Ayah saya sangat ketat soal tidak membuang hal-hal secara sia-sia. Kalau saya lupa mematikan lampu kamar, dia bisa sangat marah. Sekarang, sayalah yang selalu berkeliling rumah untuk mematikan setiap lampu yang menyala," katanya dikutip dari Fortune, Minggu (1/11/2026).
Ackman dikenal luas sebagai pengelola dana pengimbang (hedge fund) yang vokal, sukses, dan berpengaruh besar di dunia bisnis maupun politik. Namun, jauh sebelum mencapai puncak karier investasinya dan mengumpulkan lebih dari 2 juta pengikut di media sosial X, pria berusia 59 tahun ini tumbuh dalam kehidupan keluarga yang relatif bersahaja.
Terlahir dari ayah seorang broker real estat komersial, keluarganya dulu tinggal di sebuah rumah senilai US$ 56.000 di New York, sebuah harga yang diakui Ackman cukup berat untuk dijangkau ayahnya pada tahun 1965.
Sadar bahwa dirinya tidak akan mendapat warisan dari keluarga, sang taipan hedge fund pun merintis jalannya sendiri menuju kesuksesan finansial. Kendati demikian, bukan berarti gaya hidupnya berubah total. Ackman rela bersusah payah demi mendapatkan harga terbaik, bahkan jika itu berarti harus memutari kota hanya untuk mencari tempat parkir yang lebih murah.
"Kalau saya tidak suka dengan tarif sebuah gedung parkir, saya akan cari tempat lain. Ini memang unik. Saya tidak suka membayar biaya parkir yang mahal, padahal dulu saya pernah punya perusahaan parkir," lanjut Ackman.
"Atau saya bisa sangat jengkel kalau pemanggang gas ternyata menyala seharian di akhir pekan. Saya benar-benar tidak suka membuang uang secara cuma-cuma. Saya tidak menyebutnya neurosis, tapi ini memang hal yang sangat saya pedulikan."
Kisah Hemat Warren Buffett
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1542814/original/053555900_1490082341-2017021-Daftar-Orang-Terkaya-Dunia-Tahun-2017-Versi-Forbes-AP-2.jpg)
Ackman bukanlah satu-satunya miliarder yang gemar berhemat untuk kebutuhan dasar. Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 146 miliar, hingga kini masih menempati rumah di Omaha yang ia beli seharga US$ 31.500 pada tahun 1958.
Buffett juga pernah mengendarai mobil berusia 20 tahun karena menganggapnya lebih aman daripada duduk di balik kemudi Lamborghini atau Aston Martin yang mentereng. Selain itu, ia dikenal hobi menyantap makanan murah di McDonald’s, bahkan tak segan mengeluarkan kupon diskon untuk membayar pesanannya.
"Saya tidak berpikir bahwa standar hidup selalu sejalan dengan biaya hidup setelah melewati titik tertentu," ujar Buffett dalam rapat pemegang saham Berkshire Hathaway beberapa tahun lalu.
"Hidup saya tidak akan lebih bahagia, justru akan lebih buruk jika saya punya enam atau delapan rumah dan segala macam barang lainnya. Itu semua tidak ada korelasi langsungnya."
Advertisement
Miliarder Kendarai Mobil Tua
Nada serupa disampaikan oleh Lucy Guo, pendiri Scale AI sekaligus perempuan self-made termuda di dunia yang memiliki kekayaan sebesar US$ 1,3 miliar. Pengusaha unicorn yang sempat drop out dari bangku kuliah ini masih mengendarai Honda Civic lamanya yang sudah ringsek dan sering memanfaatkan promo buy-one, get-one-free di aplikasi Uber Eats.
Dalam hal busana, Guo memang menyimpan beberapa gaun rancangan desainer untuk acara-acara khusus. Namun untuk keseharian, ia hanya mengenakan pakaian gratisan atau baju bersahaja dari merek fast-fashion seperti Shein.
"Saya tidak suka membuang-buang uang," ungkap Guo kepada Fortune pada 2025.
"Orang-orang yang biasa memamerkan uang untuk pakaian desainer atau mobil mewah itu secara teknis biasanya baru berada di tingkatan jutawan. Semua teman mereka adalah jutawan atau miliarder, lalu mereka merasa sedikit minder sehingga merasa perlu tampil mencolok untuk membuktikan ke orang lain, 'Lihat, saya sukses.'"
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/871306/original/090816000_1430993517-image__2_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356431/original/084733000_1611296039-sharon-mccutcheon-rItGZ4vquWk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3320891/original/071849000_1607622716-000_1JU8WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384941/original/039104300_1793195663-Professional_South_Asian_Executive_Headshot.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1359256/original/030409200_1475124146-Pengusaha_Prajogo_Pangestu_Ikut_Tax_Amnesty-OK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383907/original/014568200_1793109612-e08092244f9166aa00a4016a6b0b008f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481440/original/091509800_1769132638-dan-freeman-7Zb7kUyQg1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382875/original/061637900_1793018031-20260906162947_mvfajf0b9j.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382080/original/047471500_1792939312-Smiling_Man_in_Warm_Modern_Interior.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382207/original/009911300_1792981800-Stanton-John-Caudwell-1A-web-image-copy-2_0005_Layer-0.jpg)