Digempur Mobil China, Volkswagen Bakal PHK 100 Ribu Karyawan

Volkswagen akan memangkas sekitar 100.000 tenaga kerja dan menghentikan produksi di empat pabrik di Jerman.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen, dikabarkan tengah menyiapkan langkah restrukturisasi terbesar dalam hampir sembilan dekade sejarah perusahaan. Raksasa otomotif Eropa itu disebut akan memangkas sekitar 100.000 tenaga kerja dan menghentikan produksi di empat pabrik di Jerman dalam beberapa tahun ke depan.

Dikutip dari CNBC, Minggu (28/6/2026), laporan yang pertama kali diterbitkan Manager Magazin menyebutkan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Volkswagen untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama dari produsen mobil asal China yang terus memperkuat posisinya di pasar global.

Jika terealisasi, jumlah tenaga kerja yang dipangkas setara sekitar 15 persen dari total karyawan Volkswagen. Langkah ini juga akan menjadi restrukturisasi paling besar dalam sejarah perusahaan yang telah berdiri selama 89 tahun.

Selain memangkas tenaga kerja, Volkswagen juga berencana mengurangi belanja investasinya sekitar 15 persen menjadi sedikit di atas 130 miliar euro atau sekitar US$ 148,2 miliar dalam lima tahun mendatang.

Perusahaan juga dikabarkan akan menghentikan produksi di pabrik Hanover, Zwickau, Emden, serta fasilitas Audi di Neckarsulm.

Sebelumnya, Volkswagen memang telah mengumumkan rencana efisiensi besar-besaran dan meluncurkan berbagai produk baru guna meningkatkan profitabilitas. Namun, laporan terbaru menunjukkan skala pemangkasan tersebut jauh lebih besar dari rencana sebelumnya.

Pangkas 50.000 Tenaga Kerja hingga 2030

Sebelumnya, Volkswagen diperkirakan hanya akan mengurangi sekitar 50.000 tenaga kerja di Jerman hingga 2030. Angka terbaru tersebut menunjukkan percepatan signifikan dalam upaya efisiensi perusahaan.

Pada akhir 2024, Volkswagen juga telah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja untuk menghindari penutupan pabrik di Jerman serta tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara wajib hingga akhir 2030.

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Volkswagen menolak memberikan komentar mengenai dokumen internal perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh grup Volkswagen, termasuk berbagai merek dan anak usahanya, memang harus menjalani transformasi besar.

"Seluruh Grup, termasuk merek dan anak perusahaan, harus menjalani perubahan yang mendalam," ujar juru bicara Volkswagen.

Di pasar saham, saham Volkswagen ditutup melemah sekitar 0,2 persen pada perdagangan Jumat. Sepanjang tahun berjalan, harga saham perusahaan telah terkoreksi lebih dari 25 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6