Puncak Seruni Point Ditutup Total Buntut Kebakaran Bromo

Destinasi wisata andalan Puncak Seruni Point ikut ditutup imbas kebakaran Bromo yang semakin meluas.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Probolinggo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengambil langkah tegas dengan menutup total destinasi wisata Puncak Seruni Point. Keputusan darurat ini diambil setelah kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas dan bergerak makin mendekati area wisata populer tersebut.

​Penutupan secara resmi diberlakukan sejak Rabu (12/8/2026) pukul 20.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini dilakukan demi mengantisipasi ancaman keselamatan wisatawan maupun warga lokal.

​Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menegaskan bahwa posisi lidah api sudah berada dalam radius berbahaya dari Puncak Seruni Point, sehingga penutupan area menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

​"Kondisi kebakaran di sekitar Gunung Bromo berpotensi kuat membahayakan keselamatan. Pergerakan api sudah mendekati kawasan Puncak Seruni Point, sehingga per Rabu malam seluruh aktivitas di sana resmi dihentikan sementara," tegas Ugas, Kamis (13/8/2026).

​Selama masa penutupan, seluruh akses menuju Puncak Seruni Point diblokir ketat. Pemkab melarang keras siapapun menerobos kawasan tersebut mengingat ancaman paparan asap pekat dan kobaran api yang kian tak terkendali.

​Puncak Seruni Point sebelumnya menjadi tumpuan utama para wisatawan untuk menikmati matahari terbit (sunrise), terlebih setelah empat pintu masuk utama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) lebih dulu ditutup akibat karhutla.

​Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengungkapkan bahwa penutupan ini sangat krusial mengingat tingginya volume kunjungan di lokasi tersebut yang sempat menembus angka 2.000 orang per hari.

​"Keselamatan dan keamanan pengunjung adalah prioritas utama. Karena arah pergerakan titik api mengarah ke Seruni Point, tidak ada pilihan lain selain menutup total kawasan ini," ujar Heri.

​Heri memastikan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan pada fasilitas penunjang wisata di Puncak Seruni Point. Struktur bangunan yang mayoritas menggunakan material beton dinilai cukup tahan terhadap potensi kerusakan fisik akibat paparan panas.

​Guna mengantisipasi wisatawan yang belum mengetahui informasi penutupan, petugas gabungan langsung memasang portal, barikade, serta rambu larangan melintas di jalur utama menuju Puncak Seruni Point.

​"Kami minta seluruh wisatawan dan masyarakat mematuhi rambu-rambu yang ada. Jangan sekali-kali mencoba menerobos barikade demi keamanan bersama," tambah Heri.

​Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengimbau seluruh pihak, termasuk pelaku jasa wisata dan agen perjalanan, untuk aktif menyebarluaskan informasi penutupan ini.

" Pembukaan kembali Puncak Seruni Point baru akan dilakukan setelah api di kawasan TNBTS benar-benar padam dan area dinyatakan steril dari bahaya," pungkasnya.