Polisi Tembak Mati Terduga Pelaku Penabrakan di Parade Pride Berlin

Polisi Jerman tembak mati terduga pelaku penabrakan mobil di parade Pride di Berlin.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 13:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berlin - Polisi Jerman menembak mati terduga pelaku penabrakan mobil di parade Pride di Berlin. Peristiwa ini mengakhiri perburuan pelaku yang berlangsung selama 24 jam.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (27/7/2026), menurut kepolisian, Abdul Ballout, warga negara Jerman keturunan Lebanon, tewas pada Minggu (26/7/) setelah menyerang petugas menggunakan senjata tajam.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, mengatakan Ballout telah lama dikenal aparat karena memiliki jumlah pelanggaran yang tinggi serta diketahui telah mengalami radikalisasi.

"Semua yang kami lihat menunjukkan bahwa ini adalah serangan teror Islamis," kata Dobrindt.

Ballout sebelumnya pernah dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun 10 bulan dengan masa percobaan. Menurut media Jerman, ia dihukum karena mempersiapkan tindakan kekerasan serius yang bersifat subversif setelah upayanya bergabung dengan ISIL (ISIS) gagal.

Juru Bicara kepolisian, Florian Nath, mengatakan Ballout dikenal sebagai anggota kelompok Islam di Berlin. Saat proses pencarian dimulai, ia menyatakan aparat bergerak dengan kecepatan penuh untuk memburu pelaku.

Meski penyelidikan masih berlangsung dan muncul pertanyaan mengenai bagaimana Ballout dapat melancarkan serangan meski telah dikenal polisi, Wali Kota Berlin, Kai Wegner, menyambut berakhirnya perburuan tersebut.

"Keberhasilan polisi Berlin menangkap tersangka dalam waktu 24 jam merupakan pencapaian besar bagi aparat penyelidik," kata Wegner kepada penyiar RBB.

"Saya sangat berterima kasih atas hal itu," lanjut dia.

 

 

Serangan di Tengah Perayaan Pride

Serangan terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat pada Sabtu (25/7) di kawasan Taman Tiergarten, dekat Gerbang Brandenburg. Insiden itu memaksa polisi mengakhiri pesta Pride lebih awal. Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka yang mengancam jiwa.

Polisi menyebut sedikitnya satu pria keluar dari kendaraan setelah mobil yang dikendarainya menabrak kerumunan. Dobrindt mengatakan Ballout kemudian diduga menggunakan parang untuk menyerang lebih banyak orang sebelum melarikan diri. Kendaraan yang digunakan pelaku ditemukan dalam keadaan ditinggalkan di taman.

Kanselir Jerman Friedrich Merz berjanji para pelaku akan dihukum. Ia menegaskan pemerintah akan memastikan aksi mengerikan tersebut diselidiki secara menyeluruh dan para pelakunya dimintai pertanggungjawaban.

Merz juga mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan serangan tersebut memecah belah masyarakat. Ia meminta kelompok yang menjadi sasaran serangan untuk tidak merasa terintimidasi.

Sementara itu, Wali Kota Berlin Kai Wegner menyatakan keterkejutannya atas insiden tersebut.

"Setelah parade Pride yang damai dan penuh semangat, aksi yang menyerukan Berlin yang toleran dan damai justru diserang dengan cara yang paling brutal," ujarnya.

"Ini adalah serangan terhadap masyarakat kita yang bebas dan kosmopolitan," tambahnya.

Meski tidak memiliki banyak simpati terhadap perjuangan komunitas LGBTQ, sejumlah tokoh sayap kanan dengan cepat memanfaatkan insiden tersebut untuk mendukung agenda antiimigrasi mereka.

Anggota parlemen dari partai Alternative for Germany, Martin Hess, menyebut serangan itu sebagai akibat dari "kegagalan total kebijakan keamanan pemerintah".