Netanyahu Tetap ke New York meski Zohran Mamdani Serukan Penangkapannya

Kepastian soal kunjungan Netanyahu dikonfirmasi oleh duta besar Israel.

Diterbitkan 10 September 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan kunjungan singkat sekitar 24 jam ke New York untuk berpidato dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan ini. Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengatakan Netanyahu merasa "tidak punya pilihan" selain datang setelah Wali Kota New York Zohran Mamdani menyerukan penangkapannya terkait perang di Gaza.

Pada Selasa (8/9/2026), Danon menuding Mamdani "bermain politik" setelah menyebut Netanyahu sebagai "penjahat perang" dan menyerukan penangkapannya. Namun, Pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan untuk menangkap Netanyahu.

"Anda tahu, sekarang menyalahkan Israel menjadi cara yang sangat populer untuk berpolitik," kata Danon seperti dilaporkan Associated Press.

"Bagi kami, penting bagi perdana menteri untuk datang."

Netanyahu semakin menjadi sosok yang memicu pro dan kontra akibat perang Israel melawan Hamas di Gaza. Mayor New York City, Zohran Mamdani, yang kantornya belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar pada Selasa, sebelumnya merujuk pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024. Surat perintah tersebut menuduh Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Dalam surat perintah tersebut, ICC menyatakan ada alasan untuk meyakini Netanyahu menggunakan "kelaparan sebagai senjata perang" dengan membatasi bantuan kemanusiaan serta secara sengaja menyasar warga sipil dalam operasi Israel melawan Hamas. Israel membantah tuduhan tersebut.

Meski Pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk menjalankan surat perintah penangkapan ICC, Mamdani telah mendorong pemerintah federal Amerika Serikat (AS) untuk melakukannya. AS dan Israel bukan anggota ICC. Pemerintahan Presiden Donald Trump juga telah menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap staf ICC sebagai bagian dari kampanye untuk melemahkan lembaga tersebut.

Menurut Danon, Netanyahu dijadwalkan tiba di New York pada malam 23 September. Ia akan berpidato di Majelis Umum PBB pada sore 24 September, kemudian kembali ke Israel pada malam yang sama.

Danon mengatakan pertemuan para pemimpin dari 193 negara anggota PBB tahun ini berlangsung bertepatan dengan hari raya Yahudi dan masa kampanye pemilu, saat Netanyahu berupaya mempertahankan jabatannya sebagai perdana menteri.

Ia memperkirakan aksi protes terhadap Netanyahu akan "menciptakan lebih banyak kekacauan" di jalan-jalan New York selama rangkaian pertemuan tingkat tinggi PBB pada 22–28 September.

Tahun lalu, sejumlah besar delegasi meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB ketika Netanyahu mulai berpidato dari podium. Danon memperkirakan aksi serupa kembali terjadi tahun ini.

"Saya memperkirakan akan ada pertunjukan semacam itu lagi," ujarnya.

Namun, menurut Danon, Netanyahu sudah berpengalaman menghadapi situasi semacam itu.

"Saya yakin dia tetap akan menyampaikan pidatonya meski ada upaya-upaya tersebut," imbuh Danon.