Menhut: Pengelolaan Taman Nasional Perlu Pendanaan Berkelanjutan, Kembangkan Ekowisata

Menhut Raja Juli Antoni menyebut Satgas pembiayaan taman nasional dibentuk untuk mencari skema pendanaan inovatif bagi konservasi dan pengembangan ekowisata.

Diterbitkan 15 Maret 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dukung ekowisata berkelanjutan.
  • Mencari pendanaan inovatif, melibatkan swasta agar taman nasional berkelas dunia.
  • Proyek percontohan Way Kambas atasi konflik manusia-gajah, berdayakan masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional (TN) diharapkan dapat mendukung dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan.

"Komersialisasi tentu, tapi yang harus dicatat komersialisasinya tidak menjadi tourism yang bersifat masif," kata Menhut Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Jumat, 13 Maret 2026.

Dengan itu, satgas yang dibentuk melalui Keputusan Presiden (Keppres) itu Menhut menyebut akan mencari skema pendanaan yang berkelanjutan agar pengelolaan taman nasional tersebut tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.

Lebih lanjut ia mengatakan, satgas ini nantinya akan diketuai oleh Hashim Djoyohadikusumo dengan wakil ketuanya Menhut Mari Elka Pangestu.

"Kita akan mencari pendanaan yang inovatif yang sustain termasuk melibatkan private sector agar sekali lagi taman nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia," kata Raja Juli.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pendekatan baru dalam pembiayaan dan pengelolaannya agar taman nasional tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutnya.

"Tapi yang harus menjadi tujuan utamanya adalah menjaga lingkungan hidup menjaga hutan, dengan tetap ada aspek komersialnya," tutur Raja Juli.

Pemerintah Siapkan Proyek Percontohan Sekaligus Menekan Konflik Manusia dan Satwa

Saat ini, Indonesia memiliki 57 taman nasional yang menjadi wilayah penting bagi konservasi keaneragaman hayati.

Sebagai tahap awal, pemerintah akan menyiapkan sejumlah proyek percontohan dalam pengelolaan taman nasional, salah satunya di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Program tersebut juga ditujukan untuk menekan konflik antara manusia dan gajah yang kerap terjadi di sekitar kawasan taman nasional melalui pembangunan pagar atau kanal pembatas, serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat setempat.

"Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap konservasi satwa dan pengelolaan taman nasional di Indonesia dapat semakin kuat, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pendekatan pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan," tutup Menhut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6