Prabowo Heran Anak Usaha BUMN Tak Boleh Diaudit: Peraturan Dari Mana Ini?

Prabowo heran ada peraturan yang tak mengizinkan mengaudit anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Diterbitkan 11 Maret 2026, 20:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo heran aturan larang audit anak/cucu BUMN, padahal BUMN induk boleh.
  • BUMN didirikan untuk bangsa, namun kini banyak penyimpangan dan anak perusahaan.
  • Danantara hadir untuk mengelola BUMN di bawah satu manajemen yang efektif.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku heran ternyata ada peraturan yang tak mengizinkan mengaudit anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo menilai aturan tersebut aneh karena perusahaan besar milik BUMN boleh diaudit.

"Dan aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" kata Prabowo saat menyampaikan sambutan pada acara Tasyakuran 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dia mengatakan BUMN awalnya didirikan pendiri bangsa karena bangsa Indonesia saat itu belum memiliki industri sendiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, Prabowo melihat itikad baik ini berpotensi menimbulkan penyimpangan.

"Kita tidak punya industri tekstil, negara mendirikan Patal Senayan. Tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas. Tidak punya obat waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma," tuturnya.

"Tetapi lambat laun iktikad baik ini terjadi penyimpangan-penyimpangan," sambung Prabowo.

Prabowo menyebut PT Pertamina sendiri didirikan saat awal-awal kemerdekaan Indonesia. Dia kaget ternyata PT Pertamina yang merupakan salah satu perusahaan negara terbesar kini memiliki 200 anak dan cucu perusahaan.

"Ternyata iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan," jelas dia.

Bersyukur Bangun Danantara

Untuk itu, dia bersyukur Indonesia saat ini memiliki Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sehingga BUMN dikelola dalam satu management. Bahkan, Prabowo menyebut Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) terbesar keenam di dunia.

"Ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini. Bahwa tidak mungkin suatu management yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu management," ujarnya.

"Tidak mungkin kita ngelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata saya baru tahu bukan 250, 1000 perusahaan lebih. Tidak ada pelajaran management di mana pun di dunia, satu management bisa ngelola 1000 entitas," sambung Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6