Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan cekcok antara aparatur Kecamatan Rancabungur dan pemilik pangkas rambut terkait imbauan pemasangan bendera Merah Putih.
Dalam video tersebut, aparatur Kecamatan Rancabungur meminta pemilik pangkas rambut memasang bendera di depan tempat usahanya di wilayah Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Pemilik pangkas rambut menolak permintaan tersebut dengan alasan tidak memiliki bendera dan mengaku belum merasakan kemerdekaan.
Advertisement
Aparatur kecamatan kemudian memintanya membeli bendera karena sebelumnya telah membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat.
Aparatur kecamatan juga menanyakan maksud pernyataan pemilik pangkas rambut yang mengaku belum merasa merdeka. Namun, pemilik usaha tidak menjelaskan maksud ucapannya saat sedang memangkas rambut pelanggan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor Ferdinando Selmi Pardede mengatakan pihaknya belum mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut. Bakesbangpol akan meminta penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi di wilayah Rancabungur.
"Kami mendapatkan informasi bahwa itu dalam rangka monitoring untuk mengimbau memasang bendera, sekaligus membagikan bendera ketika ada masyarakat yang tidak punya," ujar Ferdinando kepada awak media, Kamis (13/8/2026).
Ferdinando meminta ajakan pengibaran bendera tidak berujung pada tindakan yang membuat masyarakat merasa tertekan. Menurutnya, rasa nasionalisme seharusnya tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan karena takut terhadap sanksi.
"Rasa nasionalisme seharusnya tidak perlu pakai sanksi, harus dari dalam diri sendiri," terang Ferdinando.
Ferdinando menjelaskan aparatur kecamatan hanya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih. Menurutnya, tidak ada paksaan untuk mengibarkan bendera menjelang HUT ke-81 RI.
"Surat edaran Mendagri itu mengimbau mulai 1 Agustus sampai 31 Agustus untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan itu tidak ada paksaan, hanya kesadaran masyarakat dalam semangat nasionalisme dalam memperingati hari kemerdekaan," jelas Ferdinando.
Pemerintah, lanjut Ferdinando, juga telah menyiapkan pembagian bendera Merah Putih bagi warga yang tidak mampu membeli. Ia menegaskan pemasangan bendera tidak dilakukan dengan tekanan.
"Sifatnya memang imbauan saja dan bukan memaksa," terang Ferdinando.
Â
Tukang Cukur Minta Maaf
Di sisi lain, video tersebut menjadi sorotan dan memicu pro dan kontra di masyarakat. Pemilik pangkas rambut yang diketahui bernama Nur Hidayat alias Abuy akhirnya meminta maaf setelah mendapat teguran dari aparatur Kecamatan Rancabungur.
Abuy mengakui kesalahannya terkait ucapan bahwa Indonesia belum merdeka. Permintaan maaf itu disampaikan melalui video klarifikasi terkait imbauan pemasangan bendera.
"Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka," ucap Abuy.
Abuy menegaskan Indonesia telah merdeka dan mengaku menyesal atas pernyataannya tersebut.
"Sebetulnya omongan saya tentang Indonesia belum merdeka itu salah, yang benar Indonesia itu sudah merdeka, maka saya meminta maaf atas ucapan saya yang salah," kata Abuy.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306125/original/027820500_1784862750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T101123.644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322150/original/091705800_1786518970-HOAX__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322892/original/082694600_1786592556-01kztqh7ac3zra76tjdvmva3tv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322815/original/046394500_1786590308-Screenshot_20260813_093402_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322673/original/000633800_1786553365-Warga_jalan_kaki_di_jalur_langit_imbas_TransJakarta_mogok.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453943/original/049969200_1620650232-Jakarta_Cerah.jpg)