Keutamaan Surat Yusuf Ayat 4, Amalan Mendapatkan Jodoh

Keutamaan surat Yusuf ayat 4 telah lama menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Islam

Diterbitkan 27 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keutamaan surat Yusuf ayat 4 telah lama menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Islam, khususnya bagi mereka yang tengah berikhtiar mendapatkan jodoh. Ayat ini diamalkan sebagi doa dan amalan yang diyakini memiliki khasiat spiritual.

Surat Yusuf ayat 4 mengisahkan mimpi Nabi Yusuf AS saat masih kecil, yang menceritakan penglihatannya tentang sebelas bintang, matahari, dan bulan yang bersujud kepadanya. Ayat ini menjadi pembuka dari kisah terbaik dalam Al-Qur'an (ahsanal qashash), yang tidak hanya memuat nilai-nilai pendidikan karakter, tetapi juga diyakini membawa keberkahan bagi yang mengamalkannya dengan penuh keimanan.

Dalam tradisi keilmuan Islam, surat Yusuf ayat 4 kerap dijadikan sebagai wasilah atau perantara dalam berdoa kepada Allah SWT, terutama untuk hajat mendapatkan pasangan hidup. Hal ini sejalan dengan apa yang dijelaskan dalam berbagai kitab tafsir dan penelitian akademik.

Dalam jurnal Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam oleh Surya Dita dkk. (2026), kisah Nabi Yusuf AS merupakan model pendidikan karakter yang sistematis, di mana nilai kejujuran, kesabaran, dan integritas moral berkembang secara bertahap melalui pengalaman hidup. Dalam konteks amalan jodoh, sifat-sifat mulia Nabi Yusuf inilah yang menjadi teladan bagi setiap muslim yang mendambakan pasangan yang saleh dan salehah.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Natasya Rindiani dkk. dalam Cendekia: Jurnal Studi Keislaman (2024) menyoroti pentingnya pola komunikasi yang baik. Dalam konteks pencarian jodoh, nilai-nilai komunikasi interpersonal yang diajarkan dalam ayat ini menjadi bekal berharga untuk membangun hubungan yang sehat dan penuh keberkahan.

Teks Lengkap Surat Yusuf Ayat 4

Arab: إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

Latin: Idz qāla Yūsufu li'abīhi yā abati innī ra'aitu aḥada 'asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra'aituhum lī sājidīn

Artinya: "(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, 'Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.'"

Keutamaan-Keutamaan Surat Yusuf Ayat 4

1. Mendekatkan Jodoh

Salah satu keutamaan yang masyhur di kalangan umat Islam adalah bahwa mengamalkan surat Yusuf ayat 4 dapat mendekatkan seseorang dengan jodohnya. Praktik ini dilakukan dengan membaca ayat tersebut setiap selesai sholat fardhu.

Nabi Yusuf a.s. dikenal memiliki ketampanan luar biasa, sehingga ayat ini dipercaya membawa berkah dalam urusan jodoh.

2. Membuat Wajah Berseri

Keutamaan lainnya adalah menjadikan wajah berseri dan bercahaya. Caranya adalah dengan membaca surat Yusuf ayat 4, berhenti sejenak, kemudian melanjutkan dengan membaca surat Taha ayat 39, lalu mengusapkan tangan ke wajah.

Amalan ini dilakukan sebanyak tiga kali. Praktik ini didasarkan pada keyakinan bahwa Nabi Yusuf a.s. adalah salah satu manusia paling tampan yang diciptakan Allah, sehingga membaca kisahnya dapat memancarkan cahaya ketampanan tersebut kepada pembacanya.

3. Mendapatkan Kesan Baik dari Orang Lain

Membaca surat Yusuf ayat 4 dalam hati, diikuti dengan surat Taha ayat 39, dipercaya dapat membuat seseorang mendapatkan kesan yang baik dari orang lain. Amalan ini bertujuan untuk menumbuhkan karisma dan daya tarik positif dalam pergaulan sosial, meneladani kepribadian Nabi Yusuf a.s. yang dicintai oleh banyak orang.

4. Menjadi Doa untuk Mendapatkan Kasih Sayang

Dalam sebuah skripsi di UIN Walisongo, disebutkan bahwa keutamaan surat Yusuf ayat 4 merupakan salah satu doa untuk mendapatkan kasih sayang. Hal ini selaras dengan konteks ayat yang menggambarkan hubungan penuh kasih antara Nabi Yusuf dan ayahnya, Nabi Ya'qub.

5. Menjadi Pengingat akan Ketetapan Allah

Dalam Tafsir Mafatihul Ghaib, disebutkan bahwa di antara keistimewaan surat Yusuf ayat 4 adalah berkaitan dengan ketetapan dan ketentuan Allah swt. yang tidak dapat dicegah atau dihalangi oleh siapa pun.

Mimpi Nabi Yusuf yang kemudian terwujud dalam kehidupannya menjadi bukti bahwa apa yang Allah tetapkan pasti akan terjadi, meskipun melalui berbagai rintangan dan ujian.

6. Sumber Pelajaran tentang Bahaya Hasad dan Kesabaran

Tafsir Mafatihul Ghaib juga menjelaskan bahwa keutamaan lain dari surat Yusuf ayat 4 adalah sebagai tanda bahwa hasad atau dengki menjadi sebab seseorang merasa kurang dan menyesal.

Keutamaan selanjutnya adalah kesabaran merupakan kunci kebahagiaan, sebagaimana yang dialami Nabi Ya'qub a.s. dan Nabi Yusuf a.s. dalam menghadapi berbagai cobaan.

Kandungan Keutamaan Surat Yusuf Ayat 4

1. Isyarat Kenabian dan Kedudukan Mulia

Mimpi Nabi Yusuf a.s. yang melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya merupakan isyarat bahwa Allah telah memilihnya untuk menjadi nabi dan memberinya kedudukan yang tinggi di kemudian hari.

Dalam Tafsir Al-Mishbah, Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa mimpi tersebut menggambarkan betapa besar kedudukan Nabi Yusuf di sisi Allah. Imam Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya' menambahkan bahwa mimpi itu merupakan pertanda bahwa suatu saat Nabi Yusuf a.s. akan menjadi orang yang agung dan mulia.

2. Teladan Komunikasi Penuh Hormat

Ayat ini menyajikan teladan komunikasi yang sangat santun antara anak dan ayah. Nabi Yusuf a.s. menggunakan panggilan "يَا أَبَتِ" (yā abati) yang lebih dari sekadar formalitas, melainkan mencerminkan kedewasaan emosional dan penghormatan yang mendalam kepada orang tua.

Sebaliknya, Nabi Ya'qub a.s. memanggil putranya dengan "يَا بُنَيَّ" (yā bunayya), bentuk tasghir yang menandakan kelembutan dan kasih sayang. Pola dialog ini menjadi model komunikasi keluarga yang ideal dalam perspektif Qur'anic parenting.

3. Pentingnya Keterbukaan dan Kejujuran Anak kepada Orang Tua

Nabi Yusuf a.s. secara terbuka menceritakan mimpinya kepada ayahnya tanpa menyembunyikan apa pun. Sikap ini mencerminkan keterbukaan dan kejujuran yang menjadi fondasi karakter kuat sejak dini.

Dalam kajian kontemporer, sikap terbuka seperti ini menjadi kunci bagi terciptanya hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak, terutama di era digital yang rentan terhadap miskomunikasi.

4. Kebijaksanaan Orang Tua dalam Mendidik

Nabi Ya'qub a.s. merespons mimpi putranya dengan penuh kebijaksanaan. Beliau tidak serta-merta menyebarkan kabar tersebut, melainkan meminta Yusuf untuk menyembunyikan mimpinya dari saudara-saudaranya demi menjaga keutuhan keluarga.

Sikap ini menunjukkan bahwa orang tua harus mampu membaca situasi dan mengambil langkah yang bijak dalam mendidik anak-anaknya, terutama dalam hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecemburuan.

5. Fondasi Pendidikan Karakter dalam Keluarga

Fahmi Salim dalam bukunya Tadabbur Qur'an di Akhir Zaman menegaskan bahwa pesan pertama dari surat Yusuf adalah pendidikan karakter yang ditanamkan orang tua kepada anaknya. Inilah titik tolak pertama menuju pribadi yang sukses di dunia dan akhirat.

Dari ayahnya, Nabi Yusuf a.s. belajar ketakwaan dan kesabaran, yang kemudian menjadi bekal utama dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Cara Pengamalan Surat Yusuf Ayat 4

1. Membaca Rutin Setelah Sholat Fardhu

Amalan yang paling umum dilakukan adalah membaca surat Yusuf ayat 4 sebanyak tujuh kali setiap selesai sholat fardhu, dengan niat untuk mendekatkan jodoh atau mendapatkan keberkahan dalam kehidupan. Praktik ini telah menjadi tradisi di sebagian pesantren dan masyarakat Muslim Indonesia.

2. Kombinasi dengan Surat Taha Ayat 39

Untuk mendapatkan wajah yang berseri dan kesan baik dari orang lain, amalan yang dianjurkan adalah membaca surat Yusuf ayat 4, berhenti sejenak, kemudian membaca surat Taha ayat 39, lalu mengusapkan tangan ke wajah. Amalan ini dilakukan sebanyak tiga kali. Surat Taha ayat 39 sendiri berisi tentang kasih sayang Allah yang dicurahkan kepada Nabi Musa a.s. sejak bayi, sehingga kombinasinya dipercaya membawa keberkahan serupa.

3. Dijadikan Doa Harian

Surat Yusuf ayat 4 juga dapat dijadikan doa harian untuk memohon kasih sayang Allah dan perlindungan dari segala keburukan. Membacanya dengan penuh penghayatan dan pemahaman makna akan menumbuhkan kedekatan spiritual dengan Allah swt. serta meneladani akhlak mulia Nabi Yusuf a.s.

4. Menjadi Bahan Renungan dan Muhasabah

Pengamalan lainnya adalah menjadikan ayat ini sebagai bahan renungan dan muhasabah diri. Merenungkan bagaimana Nabi Yusuf a.s. sejak kecil telah menunjukkan kejujuran dan keterbukaan kepada ayahnya dapat memotivasi setiap Muslim untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua dan keluarga.

5. Diterapkan dalam Pola Asuh Anak

Dalam konteks keluarga modern, surat Yusuf ayat 4 dapat diterapkan sebagai panduan pola asuh. Orang tua dapat meneladani Nabi Ya'qub a.s. dalam membangun komunikasi yang hangat, penuh perhatian, dan tetap memberikan ruang bagi anak untuk mengungkapkan perasaannya. Anak-anak juga dapat dilatih untuk bersikap terbuka dan jujur kepada orang tua, sebagaimana Nabi Yusuf a.s. menceritakan mimpinya.

Hikmah Memahami Keutamaan Surat Yusuf Ayat 4

1. Menumbuhkan Kesadaran akan Pentingnya Komunikasi Keluarga

Memahami ayat ini membuka wawasan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak adalah fondasi keluarga yang harmonis. Nabi Yusuf a.s. dan Nabi Ya'qub a.s. memberikan teladan bagaimana dialog yang penuh hormat dan kasih sayang dapat menciptakan kedekatan emosional yang kuat. Hikmah ini sangat relevan di era digital, di mana banyak orang tua dan anak lebih banyak berinteraksi dengan gadget daripada satu sama lain.

2. Memperkuat Keimanan akan Ketetapan Allah

Kisah mimpi Nabi Yusuf a.s. yang kemudian terwujud dalam kehidupannya mengajarkan bahwa apa yang Allah tetapkan pasti akan terjadi, meskipun melalui proses yang panjang dan penuh rintangan. Hikmah ini menumbuhkan keimanan dan ketawakalan dalam menghadapi kehidupan.

3. Meneladani Akhlak Mulia Sejak Dini

Nabi Yusuf a.s. telah menunjukkan akhlak mulia sejak kanak-kanak, terutama dalam hal kejujuran dan penghormatan kepada orang tua. Memahami ayat ini memotivasi setiap Muslim, terutama anak-anak, untuk meneladani sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

4. Menghindari Sifat Hasad dan Dengki

Kisah ini juga mengajarkan tentang bahaya hasad atau dengki, yang dapat merusak hubungan keluarga. Nabi Ya'qub a.s. meminta Yusuf untuk tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya justru karena khawatir akan timbulnya kecemburuan. Hikmah ini mengajarkan pentingnya menjaga perasaan orang lain dan menghindari sifat yang dapat memecah belah.

5. Membangun Kesabaran dalam Menghadapi Ujian

Kisah Nabi Yusuf a.s. secara keseluruhan mengajarkan bahwa kesabaran adalah kunci kebahagiaan. Memahami ayat 4 sebagai titik awal perjalanan panjang Nabi Yusuf a.s. yang penuh ujian memberikan perspektif bahwa setiap kesulitan pasti akan diikuti dengan kemudahan bagi mereka yang bersabar dan bertakwa.

 

Pertanyaan Seputar Surat Yusuf

1. Apa keutamaan membaca surat Yusuf ayat 4?

Keutamaan membaca surat Yusuf ayat 4 antara lain mendekatkan jodoh, membuat wajah berseri, mendapatkan kesan baik dari orang lain, menjadi doa untuk mendapatkan kasih sayang, dan menjadi pengingat akan ketetapan Allah swt. Amalan ini biasanya dilakukan setelah sholat fardhu dengan jumlah bacaan tertentu.

2. Apa arti mimpi sebelas bintang dalam surat Yusuf ayat 4?

Mimpi sebelas bintang dalam surat Yusuf ayat 4 ditafsirkan sebagai isyarat bahwa Nabi Yusuf a.s. akan menjadi orang yang agung dan mulia. Sebelas bintang melambangkan sebelas saudaranya, matahari melambangkan ayahnya (Nabi Ya'qub a.s.), dan bulan melambangkan ibunya. Sujudnya benda-benda langit tersebut menandakan penghormatan dan kedudukan tinggi yang akan diraih Nabi Yusuf a.s..

3. Bagaimana cara mengamalkan surat Yusuf ayat 4 untuk mendekatkan jodoh?

Caranya adalah dengan membaca surat Yusuf ayat 4 sebanyak tujuh kali setiap selesai sholat fardhu. Amalan ini dilakukan secara rutin dengan penuh keyakinan dan disertai doa kepada Allah swt. untuk mendapatkan jodoh yang baik.

4. Apa pesan pendidikan karakter dalam surat Yusuf ayat 4?

Pesan pendidikan karakter dalam surat Yusuf ayat 4 meliputi pentingnya keterbukaan dan kejujuran anak kepada orang tua, komunikasi penuh hormat dan kasih sayang, serta kebijaksanaan orang tua dalam mendidik. Ayat ini menjadi fondasi bagi pembentukan karakter yang kuat sejak dini.

5. Siapa yang menafsirkan surat Yusuf ayat 4 dalam Tafsir Al-Mishbah?

Prof. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa surat Yusuf ayat 4 menggambarkan betapa besar kedudukan Nabi Yusuf a.s. di sisi Allah, yang tergambar dari mimpinya melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya.