Liputan6.com, Jakarta - Keutamaan 10 ayat terakhir surat Ali Imran telah menjadi perhatian para ulama sejak generasi salaf. Ayat 190 hingga 200 ini merupakan paket lengkap yang memadukan tafakur, zikir, iman, dan ilmu pengetahuan.
Rasulullah SAW sendiri menjadikan ayat-ayat ini sebagai wirid harian, dibaca setiap kali beliau bangun dari tidur sebelum berwudhu dan mendirikan shalat malam. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, Nabi terbangun pada pertengahan malam, duduk mengusap wajahnya, lalu membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah Ali Imran, kemudian berwudhu dan shalat.
Dalam buku Sunnah Rasulullah Sehari-Hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al-Furaih, praktik ini dikategorikan sebagai salah satu sunnah yang patut dihidupkan oleh setiap Muslim.
Advertisement
Muhammad Saman Abdul Ghoni dan Mahyuddin Barni dari UIN Antasari Banjarmasin dalam jurnal Advances in Education Journal (Vol. 2, No. 3, 2025) menyimpulkan bahwa QS. Ali Imran 190–191 memberikan kerangka normatif bagi pendidikan Islam yang holistik, mempromosikan keseimbangan intelektual, spiritual, dan moral. Tafakkur berfungsi sebagai proses epistemologis untuk memperoleh pengetahuan melalui perenungan fenomena alam, sementara zikir mengarahkan aktivitas intelektual menuju penguatan iman.
Keutamaan 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imran
1. Mendapat Keutamaan seperti Qiyamul Lail
Riwayat yang dikutip oleh Imam ad-Darimi, ath-Thabrani, Ibnu Asakir, Ibnu Sinni, dan al-Khatib menyebutkan bahwa orang yang membaca akhir Surat Ali Imran pada malam hari akan dicatat baginya pahala qiyamul lail semalam penuh.
Redaksi yang masyhur berbunyi: Man qara'a ākhira Āli 'Imrāna fī lailatin kutiba lahu qiyāmu lailah, yang artinya: “Barang siapa membaca akhir Surat Ali Imran pada suatu malam, maka dicatat baginya pahala qiyamul lail semalam.”
Namun, riwayat tersebut dinilai lemah oleh sebagian ulama. Karena itu, keutamaannya perlu disikapi secara proporsional dan tidak disamakan dengan hadis yang sanadnya sahih.
2. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Membaca sepuluh ayat terakhir Surat Ali Imran juga merupakan amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA dan terdapat dalam Shahih al-Bukhari serta Shahih Muslim, Nabi Muhammad SAW membaca ayat-ayat tersebut ketika bangun pada malam hari untuk melaksanakan shalat.
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa membaca ayat 190–200 setelah bangun tidur pada malam hari termasuk amalan yang memiliki dasar dari sunnah Nabi SAW.
3. Mendorong Diri Menjauhi Maksiat
Ayat 190–200 berisi ajakan untuk mengingat Allah, merenungkan penciptaan alam semesta, mengingat kehidupan akhirat, serta memohon perlindungan dari azab-Nya.
Karena itu, memahami dan menghayati kandungannya dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran seorang Muslim dalam menjalani kehidupan. Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kebiasaan membaca dan memahami ayat-ayat tersebut dapat membantu seseorang menjaga diri dari perbuatan maksiat.
4. Memuat Ayat yang Berkaitan dengan Ismullah al-A'zham
Surat Ali Imran memiliki kedudukan penting dalam pembahasan tentang nama Allah yang paling agung. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa Ismullah al-A'zham terdapat antara lain dalam Surat Al-Baqarah ayat 163 dan Surat Ali Imran ayat 2.
Meskipun hadis tersebut secara khusus menunjuk ayat-ayat tertentu pada bagian awal surah, hal ini menunjukkan keutamaan Surat Ali Imran secara keseluruhan. Adapun ayat-ayat terakhirnya juga dipenuhi zikir, pujian kepada Allah, doa, serta pengakuan terhadap kekuasaan-Nya.
5. Menjadi Sarana Zikir dan Tafakur
Sepuluh ayat terakhir Surat Ali Imran menggabungkan dua aktivitas penting, yaitu zikir dan tafakur. Seorang Muslim diajak mengingat Allah sekaligus merenungkan penciptaan langit dan bumi.
Keduanya membentuk hubungan antara kesadaran spiritual dan penggunaan akal. Dengan membaca serta memahami ayat-ayat ini secara mendalam, seseorang diarahkan untuk membangun keyakinan yang lebih kokoh dan tidak sekadar menjalankan ibadah sebagai rutinitas.
Kandungan 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imran
1. Ayat 190: Merenungkan Penciptaan Langit dan Bumi
Ayat ini mengajak manusia memperhatikan berbagai tanda kebesaran Allah di alam semesta. Penciptaan langit, bumi, gunung, laut, tumbuh-tumbuhan, serta pergantian siang dan malam bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa makna.
Menurut Ibnu Katsir, orang-orang yang mampu mengambil pelajaran dari tanda-tanda tersebut adalah ulul albab, yaitu orang-orang yang menggunakan akalnya untuk mengenali kebesaran dan kekuasaan Allah.
2. Ayat 191: Karakter Ulul Albab
Ayat 191 menggambarkan ulul albab sebagai orang yang senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan, baik ketika berdiri, duduk maupun berbaring.
Mereka juga merenungkan penciptaan langit dan bumi hingga menyadari bahwa seluruh ciptaan Allah tidak mungkin sia-sia. Mereka kemudian berdoa: Rabbanā mā khalaqta hādzā bāṭilan subḥānaka faqina 'adzāban-nār.
Artinya: “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.”
Dalam Tafsir Al-Mishbah, M. Quraish Shihab menjelaskan pentingnya perpaduan antara tadzakkur atau mengingat Allah dan tafakkur atau merenungkan ciptaan-Nya.
3. Ayat 192–194: Doa Memohon Ampunan dan Perlindungan
Ayat 192–194 berisi rangkaian doa ulul albab. Mereka memohon agar diselamatkan dari azab neraka, mengakui seruan iman, meminta ampunan atas dosa, serta memohon agar diwafatkan bersama orang-orang yang baik.
Mereka juga memohon agar Allah memenuhi janji-Nya melalui para rasul dan tidak menghinakan mereka pada hari kiamat.
Rangkaian doa tersebut menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak hanya memikirkan kehidupan dunia, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
4. Ayat 195: Allah Tidak Menyia-nyiakan Amal
Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal, baik laki-laki maupun perempuan.
Pesan ini menunjukkan bahwa setiap amal kebaikan memiliki nilai di sisi Allah. Tidak ada perbedaan dalam penghargaan terhadap amal berdasarkan jenis kelamin. Orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan balasan atas apa yang telah dikerjakannya.
Ayat ini sekaligus memberikan harapan kepada orang-orang beriman agar tidak merasa bahwa usaha dalam kebaikan mereka sia-sia.
5. Ayat 196–200: Tidak Terpedaya Dunia dan Perintah Bersabar
Bagian akhir Surat Ali Imran mengingatkan manusia agar tidak terpedaya oleh kesenangan dunia yang dinikmati orang-orang kafir. Kenikmatan tersebut bersifat sementara, sedangkan kebahagiaan yang sebenarnya berada di sisi Allah bagi orang-orang yang bertakwa.
Ayat 199 juga menyebut orang-orang dari kalangan Ahli Kitab yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta tidak menukar ayat-ayat Allah dengan keuntungan duniawi.
Rangkaian ayat tersebut ditutup dengan perintah: Yā ayyuhalladzīna āmanuṣbirū wa ṣābirū wa rābiṭū wattaqullāha la'allakum tufliḥūn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
Ayat 200 menjadi penutup yang kuat: keberuntungan membutuhkan kesabaran, keteguhan, kesiapsiagaan, dan ketakwaan.
Cara Mengamalkan 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imran
1. Membacanya Setelah Bangun Tidur
Salah satu pengamalan yang memiliki dasar hadis sahih adalah membaca ayat 190–200 ketika bangun pada malam hari.
Amalan ini dapat dilakukan sebelum berwudu dan melaksanakan shalat malam. Dengan demikian, aktivitas malam tidak hanya diawali dengan persiapan fisik, tetapi juga dengan zikir dan tadabur Al-Qur'an.
2. Menjadikannya Wirid Malam
Sepuluh ayat terakhir Surat Ali Imran dapat dibaca sebagai bagian dari wirid malam. Riwayat tentang keutamaan memperoleh pahala qiyamul lail semalam memang memiliki kelemahan sanad menurut sebagian ulama, tetapi membaca Al-Qur'an pada malam hari sendiri merupakan amal yang utama. Pembacaan ayat-ayat tersebut juga dapat dipadukan dengan shalat tahajud dan witir.
3. Membacanya dengan Tadabur
Membaca ayat tidak sebatas melafalkan huruf-huruf Al-Qur'an. Kandungan ayat 190–200 sangat kuat dalam mengajarkan zikir, tafakur, doa, kesabaran, dan ketakwaan. Karena itu, membaca terjemahan dan memahami tafsirnya dapat membantu seseorang menangkap pesan ayat serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menjadikan Ayat 192–194 sebagai Munajat
Ayat 192–194 berisi doa yang sangat kuat. Di dalamnya terdapat permohonan perlindungan dari neraka, ampunan atas dosa, keteguhan iman, serta husnul khatimah. Ayat-ayat tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari munajat kepada Allah dengan memahami makna dan menghayati permohonannya.
5. Mengajarkannya kepada Keluarga
Pengamalan Al-Qur'an juga dapat dilakukan dengan mengajarkan ayat 190–200 kepada keluarga, terutama anak-anak. Tidak hanya mengajarkan hafalan, orang tua dapat menjelaskan makna ulul albab, pentingnya zikir dan tafakur, serta pesan tentang kesabaran dan ketakwaan.
Dengan demikian, ayat-ayat tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter Islami.
Hikmah Memahami 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imran
1. Menumbuhkan Kesadaran Tauhid
Perenungan terhadap langit, bumi, siang, malam, dan berbagai fenomena alam mengarahkan manusia untuk menyadari kebesaran Allah SWT. Alam semesta dipandang bukan sekadar objek pengamatan, tetapi juga sebagai tanda-tanda kekuasaan dan kebijaksanaan Sang Pencipta.
2. Mengintegrasikan Akal dan Iman
Ayat 190–191 menunjukkan bahwa penggunaan akal dan keimanan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Seorang ulul albab justru menggunakan pikirannya untuk merenungkan ciptaan Allah, kemudian hasil perenungan tersebut semakin menguatkan iman dan ketakwaannya.
3. Membentuk Karakter Ulul Albab
Ulul albab digambarkan sebagai pribadi yang mampu menggabungkan zikir dan tafakur. Ia tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan tanggung jawab moral. Karakter tersebut menjadi salah satu pesan penting dari ayat 190–191.
4. Meningkatkan Kualitas Ibadah
Membaca ayat-ayat tersebut secara rutin dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah. Kandungannya mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah, kehidupan akhirat, pentingnya doa, serta kewajiban bersabar dan bertakwa. Dengan memahami maknanya, ibadah diharapkan tidak berhenti pada aktivitas lahiriah, tetapi juga melibatkan kesadaran hati.
5. Menyeimbangkan Orientasi Dunia dan Akhirat
Ayat 196–200 mengingatkan bahwa kenikmatan dunia bersifat sementara. Karena itu, seorang Muslim tidak seharusnya menjadikan kesenangan dunia sebagai satu-satunya tujuan hidup. Rangkaian ayat ini mengarahkan manusia untuk tetap bekerja dan menjalani kehidupan dunia, tetapi dengan orientasi akhirat, kesabaran, ketakwaan, dan kesadaran bahwa keberuntungan sejati berada di sisi Allah.
Pertanyaan Seputar Surat Ali Imran
1. Apa saja keutamaan membaca 10 ayat terakhir Surat Ali Imran?
Keutamaan utamanya antara lain: dicatat pahala seperti shalat malam semalam suntuk (HR. Darimi), menjadi sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW (HR. Bukhari & Muslim), dilindungi dari perbuatan maksiat, mengandung nama Allah yang paling agung, serta menjadi sarana tafakur dan zikir yang mengantarkan pada keyakinan yang kokoh.
2. Kapan waktu terbaik membaca 10 ayat terakhir Surat Ali Imran?
Waktu terbaik adalah setelah bangun tidur, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang membacanya setiap kali bangun untuk shalat malam. Waktu lainnya adalah pada malam hari, karena riwayat menyebutkan bahwa barang siapa membacanya pada malam hari akan dicatat baginya pahala qiyamul lail semalam penuh.
3. Apakah hadis tentang keutamaan membaca 10 ayat terakhir Surat Ali Imran shahih?
Hadis tentang kebiasaan Rasulullah SAW membaca ayat-ayat ini terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dan berstatus shahih. Adapun hadis tentang pahala qiyamul lail semalam penuh diriwayatkan oleh Imam Darimi dengan sanad yang dinilai lemah oleh sebagian ulama, namun didukung oleh riwayat-riwayat lain dari Imam Thabarani, Ibnu Asakir, dan lainnya.
4. Apa kandungan utama ayat 190–191 Surah Ali Imran?
Ayat 190 mengajak manusia merenungkan penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang berakal. Ayat 191 menggambarkan karakter ulul albab yang senantiasa berzikir dalam segala keadaan dan bertafakur tentang ciptaan Allah, lalu berdoa agar dilindungi dari azab neraka.
5. Bagaimana cara mengamalkan 10 ayat terakhir Surat Ali Imran dalam kehidupan sehari-hari?
Cara mengamalkannya antara lain: membiasakan membacanya setiap bangun tidur, menjadikannya wirid malam, membaca dengan tadabur dan pemahaman makna, menjadikannya sebagai doa dan munajat, serta mengajarkannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359268/original/062855200_1790494070-Screenshot_2026-09-27-13-36-03-89.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359225/original/000197000_1790491123-1001705583.jpg)