Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS di Istana

Usai pertemuan, Colby menyampaikan kehormatannya dapat bertemu langsung dengan Prabowo.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo dan Wakil Menteri AS Colby bahas penguatan hubungan bilateral.
  • AS optimistis tingkatkan kemitraan berlandaskan saling menghormati.
  • Hubungan erat mencakup perdagangan, pertahanan, pendidikan, dan isu global.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Menteri Perang Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Kebijakan, Elbridge Colby beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Prabowo dan Wakil Menteri Colby membahas penguatan hubungan dan kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Usai pertemuan, Colby menyampaikan kehormatannya dapat bertemu langsung dengan Prabowo. Pertemuan yang berlangsung secara hangat dan konstruktif tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mempererat hubungan bilateral kedua negara.

"Pertemuan dengan Presiden Prabowo, sebuah kehormatan luar biasa bisa bertemu dengan Presiden beserta timnya," kata Wakil Menteri Colby dalam keterangannya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Colby menegaskan pemerintah Amerika Serikat optimistis untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia. Menurut dia, penguatan hubungan ini berlandaskan pada prinsip saling menghormati dan peningkatan kerja sama kedua negara.

"Menurut saya, pihak pemerintah AS sangat optimistis untuk memajukan hubungan kami dengan Indonesia yang didasarkan pada prinsip kemitraan yang saling menghormati serta peningkatan kerja sama yang lebih mendalam," jelasnya.

Colby menyampaikan apresiasi atas kesempatannya untuk berkunjung ke Indonesia. Dia berharap hubungan Indonesia dan Amerika Serikat makin erat.

"Kami merasa terhormat berada di sini dan berharap dapat melanjutkan hubungan yang telah berkembang pesat dengan Indonesia,” tutur Colby.

Hubungan Bilateral Indonesia dan Amerika Serikat

Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1949. Selama lebih dari tujuh dekade, Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang dan sumber investasi penting bagi Indonesia.

Hubungan perdagangan mencakup berbagai produk, sementara investasi berkembang di sejumlah sektor strategis. Di bidang pertahanan dan keamanan, kedua negara juga memiliki hubungan yang erat.

Kerja sama mencakup latihan militer, pendidikan dan peningkatan kapasitas personel, hingga kerja sama pertahanan. Pada 2026, kerja sama tersebut diperkuat melalui kerangka Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).

Hubungan Indonesia-AS juga berkembang melalui pendidikan dan pertukaran masyarakat. Program beasiswa, pertukaran pelajar, riset, serta kerja sama antarkampus turut mempererat hubungan kedua negara.

Di tingkat kawasan, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara terbesar di ASEAN. Karena itu, Indonesia dan Amerika Serikat juga bekerja sama dalam isu Indo-Pasifik, keamanan maritim, stabilitas kawasan, perubahan iklim, dan berbagai persoalan global.

Meski memiliki hubungan erat, Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Kerja sama dengan Amerika Serikat diarahkan untuk mendukung kepentingan nasional sekaligus menjaga kedaulatan Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6