Trump Pangkas Anggaran Pendidikan, Pendiri Nike Sumbang Rp 17,93 Triliun Buat Almamater

Pendiri Nike, Phil Knight, gelontorkan donasi US$ 1 miliar atau Rp 17,93 triliun untuk University of Oregon.

Diterbitkan 26 September 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengurangi pendanaan institusi perguruan tinggi, filantropis miliarder layaknya Phil Knight berikan donasi bak superhero. Pendiri Nike, Phil Knight baru saja memberikan donasi publik terbesar ke universitas flagship, seperti MacKenzie Scott yang secara kolektif mendonasikan US$ 1 miliar, atau Rp 17,93 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.930) ke beberapa Historically Black College or University (HBCU).

Melansir Yahoo! Finance, Sabtu (26/9/2026), University of Oregon, almamater Knight di mana ia lulus pada 1959, mengumumkan Rabu, 23 September 2026, salah satu pendiri Nike ini dan istrinya, Penny, telah mendonasikan US$ 1 miliar (Rp 17,93 triliun) untuk mendirikan kampus teknik di sana. New York Times (NYT) mengatakan ini adalah hadiah tak terduga dari keluarga Knight, karena datang dari panggilan tak terjadwal.

Layaknya fasilitas kampus Oregon lainnya, sekolah teknik baru ini akan dinamakan dengan nama keluarga Knight. Donasi terbaru ini membuat total donasi pasangan tersebut ke Knight Campus lebih dari US$ 2 miliar, atau Rp 35,8 triliun. Ini termasuk dua donasi sebelumnya senilai US$ 500 juta, atau Rp 8,9 triliun (pada 2016 dan 2021) untuk mengembangkan komplek riset sains universitas tersebut.

Donasi untuk Pengembangan Program

Hadiah ini akan memfasilitasi Oregon, yang kini hanya menawarkan program teknik minor dan pascasarjana, untuk membangun program sarjana teknik. Pihak kampus menyatakan kepada NYT proses ini akan memakan waktu sekitar satu dekade.

Seorang wakil rektor UO dan profesor bidang bioteknologi, Bob Guldberg, mengatakan kepada surat kabar tersebut program ini dapat membantu kekurangan insinyur di negara bagian tersebut.

Rektor Universitas Oregon, Karl Scholz, menyanjung pemberian oleh keluarga Knights ini, karena dengan dana tersebut, inovasi dapat berjalan tanpa menekan beban finansial.

"Hadiah yang luar biasa ini merupakan pengakuan atas apa yang diberikan oleh pendidikan tinggi," tutur dia.

 "Kami jadi bisa memperluas inovasi, mempercepat dampak, dan memenuhi permintaan untuk insinyur berketerampilan yang dibutuhkan industri masa depan tanpa menaruh beban finansial kepada pembayar pajak," ia menambahkan.

Pemerintah Memangkas Banyak Anggaran Pendidikan

Donasi bersejarah oleh keluarga Knight ini datang kala dukungan pemerintah untuk universitas di ambang ketidakpastian. Awal 2025, pemerintahan Trump melakukan PHK ribuan orang di agensi sains pemerintah, mengurangi dana bantuan ke universitas, dan mencoba untuk memangkas dana riset. Pemerintahannya juga menghentikan dana Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).

Rancangan anggaran fiskal Gedung Putih juga mencoba untuk memotong hampir 36% dana pendanaan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak terkait dengan pertahanan, termasuk pemotongan sebesar hampir 57% di National Science Foundation dan lebih dari 40% di National Institutes of Health (NIH).

Namun, Kongres sebagian besar menolak Trump dan membuat pendanaan sains relatif konsisten.

Meski demikian, pemerintah tetap teguh pada pendiriannya. Proposal fiskal 2027 menunjukkan rencana untuk memangkas dana riset sains dan program edukasi. Pejabat terkait mengatakan mereka ingin dana ini mengalir langsung ke siswa dan peneliti secara langsung dibanding melalui institusi akademik.

Usulan Anggaran Fiskal Dikecam Asosiasi Universitas Amerika

Asosiasi Universitas Amerika, yang melakukan lobi atas nama universitas-universitas riset terkemuka, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemangkasan ini akan merugikan AS di saat teknologi sangat krusial dalam kesejahteraan masyarakat.

"Usulan pemotongan anggaran yang diajukan presiden terhadap NASA dan lembaga-lembaga penelitian di bawah Departemen Energi akan menghambat kemajuan dunia ilmu pengetahuan Amerika secara luas pada masa kritis ini, di mana keunggulan dalam teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan komputasi kuantum sangat penting untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan rakyat Amerika," Asosiasi Universitas Amerika menyatakan.

Phil Knight juga mengatakan bahwa ini bukan saatnya untuk menghilangkan peluang yang disediakan oleh universitas di AS.

"Untuk mewujudkan mimpi yang berani, dibutuhkan lebih dari sekadar imajinasi yang hidup. Dibutuhkan pula jenis peluang yang selama ini telah disediakan oleh universitas-universitas besar Amerika, baik negeri maupun swasta,” kata Phil Knight dalam sebuah pernyataan.

“Ini bukanlah saatnya untuk meninggalkan mereka,” dia melanjutkan.

Donasi Lainnya oleh Keluarga Knights

Keluarga Knights juga pernah memberi donasi yang berkaitan dengan keolahragaan di Oregon, termasuk US$ 100 juta, atau Rp 1,79 triliun untuk membangun lapangan basket sebagai penghormatan mendiang anaknya, Matthew Knight.

Berkat Knight, Oregon kini terafiliasi dengan ritel atletik ini, di mana para atlet di sana memiliki akses ke perlengkapan baru dan eksklusif serta dukungan NIL (monetisasi nama, citra, dan kemiripan) yang unik. Karena alasan-alasan tersebut, sebagian orang menyebut universitas tersebut sebagai “Universitas Nike.”

Pendanaan ini juga menandai puncak dari serangkaian kegiatan filantropi besar yang dilakukan oleh keluarga Knight. Pekan lalu, pasangan ini memberikan US$ 1,1 miliar (Rp 19,7 triliun) untuk Providence St. Vincent Medical Center dan Providence Heart Institute di Portland. Tahun lalu, mereka memberikan US$ 2 miliar (Rp 35,8 triliun) kepada Knight Cancer Institute di OHSU. Kekayaan Knight mencapai hampir US$ 23 miliar (Rp 412,3 triliun) menurut Bloomberg.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6