Cerita Warga Cipinang Melayu Pilih Bertahan di Rumah di Tengah Kepungan Banjir

Air sempat berangsur surut, tapi tak cukup membuatnya tenang. Sepanjang malam hingga pagi, Mariam memilih tetap terjaga, memantau ketinggian air yang bisa kembali naik kapan saja.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Banjir melanda Cipinang Melayu dan Jakarta Timur/Barat dini hari Kamis.
  • Disebabkan luapan Kali Sunter, Ciliwung, Pesanggrahan akibat hujan deras.
  • Ketinggian air hingga 1,5 meter, warga terdampak, ini banjir berulang.

Liputan6.com, Jakarta - Air datang ketika sebagian warga RW 04 Cipinang Melayu masih terlelap. Sekitar pukul 04.30 WIB, Kamis pagi, luapan Kali Sunter kembali merangsek ke permukiman di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Dalam hitungan singkat, genangan meninggi, menutup lantai rumah hingga setinggi dada orang dewasa.

“Iya banjir dari pagi tadi pukul 04.30 WIB, karena informasinya luapan Kali Sunter jadi cepat tinggi,” ujar Mariam (60), warga Cipinang Melayu, sambil berdiri di depan rumahnya yang masih tergenang air.

Di dalam rumah, air mencapai 120 hingga 130 sentimeter. Perabotan tak sempat diselamatkan sepenuhnya. Mariam hanya mengandalkan naluri dan pengalaman puluhan tahun tinggal di kawasan langganan banjir itu.

“Di dalam sedada saya, kalau di luar seleher bawah, ya sekitar 120–130 sentimeter,” katanya.

Air sempat berangsur surut, tapi tak cukup membuatnya tenang. Sepanjang malam hingga pagi, Mariam memilih tetap terjaga, memantau ketinggian air yang bisa kembali naik kapan saja. Anaknya ia amankan ke lantai dua, sementara barang-barang penting dipindahkan seadanya.

“Tadi bertahap surutnya sedikit-sedikit. Saya tidak tidur, menunggu air surut. Anak saya ke lantai dua,” ucapnya.

Bagi Mariam dan warga lainnya, banjir bukan lagi peristiwa luar biasa. Setiap hujan deras mengguyur wilayah hulu, kekhawatiran langsung menyelimuti permukiman mereka. Air kiriman dari Bogor yang membuat Kali Sunter meluap disebut menjadi penyebab utama.

“Setiap hujan pasti banjir, masuk rumah. Katanya sih dari Bogor, luapan Kali Sunter. Airnya cepat naiknya,” kata Mariam.

Hingga siang hari, sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing, menunggu air benar-benar surut. Belum ada data resmi mengenai jumlah rumah terdampak maupun warga yang harus mengungsi.

 

Ketinggian Air Bervariasi

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta melaporkan banjir juga merendam wilayah lain. Sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur dan Jakarta Barat tercatat terdampak, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, Kamis.

Menurut Yohan, hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1) menyebabkan kenaikan muka air di Bendung Katulampa hingga berstatus Waspada atau Siaga 3. Kondisi tersebut memicu peningkatan debit di sejumlah pos pantau sungai.

Akibatnya, Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan meluap, menggenangi permukiman warga. Di Jakarta Timur, ketinggian air dilaporkan mencapai 1,3 hingga 1,5 meter, sementara di Jakarta Barat rata-rata sekitar 30 sentimeter.

“Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan,” ujar Yohan.

Bagi warga Cipinang Melayu, hari ini bukan sekadar menunggu air surut. Ini adalah pengulangan dari cerita yang sama—tentang hujan, air kiriman, dan rumah yang kembali terendam, sementara harapan agar banjir tak lagi datang masih terus digantungkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Banjir Jakarta adalah fenomena berulang yang disebabkan oleh berbagai faktor, menimbulkan dampak signifikan, dan memerlukan penanganan serta sistem peringatan dini yang efektif.
    Banjir Jakarta
  • liputan6
    Penyebab utama banjir Jakarta meliputi hujan deras, penyempitan aliran sungai, dan pasang air laut, yang diperparah oleh kondisi geografis dan infrastruktur.
    Penyebab Banjir Jakarta
  • Kali Sunter Meluap