Hutan Kota Desa Duku Ulu Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Rejang Lebong

Dinas Pariwisata Rejang Lebong mengembangkan hutan kota sebagai destinasi wisata alam dan edukasi untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan tetap menjaga keles

Diterbitkan 29 Januari 2026, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, terus mendorong pemanfaatan potensi hutan kota yang berada di Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan daerah. 

Hutan kota yang memiliki luas sekitar 8 hektare tersebut dinilai memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam, edukasi lingkungan, hingga ruang rekreasi keluarga. Kawasan ini berpeluang menjadi tujuan wisata favorit masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Riki Irawan, menyampaikan bahwa hutan kota Desa Duku Ulu menjadi salah satu destinasi wisata yang dimiliki daerahnya dan akan dikembangkan secara optimal sesuai karakteristik yang dimiliki kawasan tersebut. 

"Hutan kota yang terletak di Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur ini merupakan satu dari 99 destinasi wisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, sehingga akan kita maksimalkan sesuai dengan potensi wisata yang dimilikinya," kata Riki, dilansir dari Antara, Kamis (29/1/2026). 

Pengelolaan kawasan hutan kota berada di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong, pengembangan sektor pariwisata akan tetap dilakukan oleh Dispar. Namun, seluruh rencana pemanfaatan kawasan tersebut akan dijalankan melalui koordinasi dengan dinas terkait dengan tetap memperhatikan fungsi utama hutan kota.

Melalui langkah ini, pemanfaatan hutan kota sebagai destinasi wisata diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata dan mendorong perekonomian daerah, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dispar Rancang Bike Race di Hutan Kota

Pemanfaatan kawasan hutan kota terus mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan kota melalui penyelenggaraan kegiatan bike race yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Kegiatan ini diproyeksikan untuk meningkatkan daya tarik kawasan hutan kota sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

Rencana pelaksanaan bike race tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat lokal, tetapi juga menyasar peserta dari luar daerah. Agenda ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sekitar kawasan hutan kota.

Dispar menilai kawasan tersebut memiliki karakter alam yang mendukung kegiatan luar ruang, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis olahraga dan rekreasi.

Pemanfaatan hutan kota tidak hanya difokuskan pada penyelenggaraan satu kegiatan, tetapi akan dikembangkan secara bertahap melalui berbagai agenda wisata lainnya. Seluruh rencana pemanfaatan tersebut akan tetap dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, sehingga fungsi hutan kota tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Hutan Kota Disiapkan Jadi Wisata Edukasi dan Alam

Pengelola daerah melihat peluang pengembangan potensi wisata lain di kawasan hutan kota. Kawasan ini dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai hutan edukasi, lokasi kegiatan berkemah (camping ground), serta beragam aktivitas wisata alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pengembangan berbagai potensi tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan kota. Pemanfaatan kawasan tidak akan mengabaikan aspek lingkungan, sehingga fungsi hutan kota tetap terjaga meskipun dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.

"Kita akan memanfaatkan hutan ini sebagai sarana wisata dengan tetap menjaga kelestariannya," tegasnya.

Penyediaan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjadikan hutan kota sebagai destinasi wisata yang menarik dan mudah diakses oleh masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6