Saat Kongres Kelas Dunia Minim Emisi Karbon di Indonesia

Sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions mulai mengadopsi standar ramah lingkungan yang minim emisi karbon dalam perhelatan internasional.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) Indonesia kian menunjukkan taji di panggung global. Memasuki paruh kedua 2026, sektor ini tidak hanya menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga mulai mengadopsi standar ramah lingkungan yang minim emisi karbon dalam perhelatan skala internasional.

Langkah strategis ini sejalan dengan target ambisius pemerintah untuk mendongkrak kontribusi devisa sektor MICE dari 10 persen menjadi 15 persen pada 2029.

Bukan tanpa alasan target tersebut dicanangkan. Berdasarkan data hingga September 2025, Indonesia sukses menggelar 134 event nasional yang menyedot 10,8 juta pengunjung. Capaian ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-37 dunia dan posisi ke-4 di kawasan ASEAN dalam daya saing industri MICE.

Salah satu bukti kesiapan Indonesia terlihat dalam kesuksesan gelaran Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Forum pembangunan berkelanjutan ini dihadiri lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, dan delegasi dari 100 negara lebih.

"Penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan standar operasional yang telah kami bangun," ujar General Manager ICE BSD, Siti Karmila, dikutip Rabu (1/7/2026).

Ia menekankan, ICE BSD berkomitmen menjadi hub kolaborasi global yang mengintegrasikan aspek operasional dengan tanggung jawab lingkungan.

Dalam implementasinya, ICE BSD menerapkan efisiensi energi lewat pencahayaan alami, lampu LED, sistem daur ulang air, hingga penyediaan EV Charging Station.

Kelola 1,62 Ton Sampah

Dalam perhelatan GSDC 2026, ICE BSD menggandeng Rekosistem untuk mengelola sampah secara terpadu melalui penyediaan tempat sampah terpilah dan reverse vending machine (RVM). Hasilnya, 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama acara berlangsung.

Rekosistem mencatat tingkat pemulihan mencapai 41 persen sampah yang berhasil diselamatkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk didaur ulang.

Sampah tersebut didominasi material anorganik seperti plastik (14,35 persen) dan kertas (10,07 persen). Sisanya merupakan sampah residu (57,30 persen) dan sampah organik (1,60 persen).

 

Tekan Emisi Karbon

Upaya ini sukses mereduksi emisi karbon hingga 667,9 kg CO2. Angka penyelamatan lingkungan ini setara dengan:

  • Menanam 11,35 bibit pohon selama 10 tahun.
  • Menghemat 285,70 liter bensin.
  • Menghemat 333,25 kg batu bara.

"Kami ingin menunjukkan bahwa forum internasional berskala global dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan," Karmila memungkaskan, berharap aksi ini memicu efek domino bagi pelaku industri MICE lainnya.