Jejak Politik Ferry Juliantono: Aktivis yang Dikader Dua Presiden, Kini Jabat Menteri Koperasi

Presiden Prabowo Subianto melantik Ferry Juliantono menjadi Menteri Koperasi menggantikan Maman Abdurahman. Ferry dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Senin (8/9/2025).

Diperbarui 08 September 2025, 16:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Ferry Juliantono menjadi Menteri Koperasi menggantikan Maman Abdurahman. Ferry dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Senin (8/9/2025). Prabowo kemudian memandu pembacaan sumpah jabatan bagi para menteri.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo.

Ferry merupakan politikus lulusan S1 di Universitas Padjajaran Bandung (Unpad) Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Lalu, Ia melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2006 Program Pasca Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Studi Hubungan Internasional Kekhususan Ekonomi Politik Internasional.

Selain menjadi Politisi Gerindra, Selama ini Ferry lebih dikenal sebagai aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi.

Pernah jadi Tahanan Politik

Salah satu risiko yang harus dihadapinya sebagai aktivis yaitu mendekam di penjara pada 2008 dan menjadi tahanan politik (Tapol). Penyebabnya karena dia memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY.

Ferry banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh dan agraria. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi ketua umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai wakil direktur pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan) sampai sekarang.

Selain itu, Ferry juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Ferry baru-baru ini menjadi salah satu dari 100 tokoh koperasi Indonesia yang ditulis dalam buku "Apa dan Siapa 100 Orang Koperasi Indonesia" karya Irsyad Muchtar.

Pegiat Koperasi dan Jejak Politik

Dia diakui atas sumbangsihnya dalam memperkuat koperasi dan ekonomi rakyat. Hal ini lantaran Ferry memiliki peran sebagai pengurus organisasi koperasi dengan menjabat dalam berbagai posisi strategis, termasuk Sekretaris Dewan Pembina Induk KUD (Inkud), Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan Ketua Dekopinwil DKI Jakarta.

Ferry memulai karier politiknya dengan bergabung ke Partai Demokrat pada tahun 2010. Kemudian, Ferry bergabung ke Gerindra dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.

Setelah itu, Ferry ditunjuk Prabowo menjadi Wakil Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih. Belum genap satu tahun, Ferry dipercaya mengisi jabatan Menteri Koperasi menggantikan Maman Abdurahman dalam reshuffle kabinet pertama Presiden Prabowo.

 

Daftar Menteri yang Dilantik dan Dicopot

Berikut nama menteri yang dicopot dari jabatannya:

Menkopolkam Budi Gunawan

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding

Nama menteri baru yang dilantik Prabowo Subianto:

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/ Kepala BPMI Muchtarudiin

Menteri Koperasi Ferry Juliantono

Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6